Tentang Pangandaran
Mempertanyakan Internet di Pangandaran

Mempertanyakan Internet di Pangandaran

Oleh | Minggu, 08 April 2007 23:41 WIB | 6.090 Views | Comments 2007-04-08 23:41:45

Pangandaran terletak hanya sekitar 60 KM dari Kota Banjar, jika ditempuh dari Bandung menggunakan Bus umum memakan waktu 6-7 Jam, lumayan lama juga. Sebelum terkena Tsunami tanggal 17 Juni 2006 lalu Pangandaran mulai kembali hidup pariwisatanya yang sebelumnya terpuruk karena dampak ketakukan masyarakat akibat tsunami di Aceh.

Pangandaran memang merupakan salahsatu andalan Jawa Barat, saya ingat tahun 1992 dulu ketika masih duduk dikelas 2 SD, Pangandaran tampak hijau dan indah, masuk 1995 keadaan mulai berubah, hingga tahun 2005 pantai Pangandaran mendapat julukan Pantai Sampah dari beberapa media. Infrastruktur umum di Pangandaran masih tergolong langka dan sedikit, Bus umum yang membuat trayek ke pangandaran pun dapat dihitung menggunakan jari dari satu tangan saja. Pesawat Terbang yang hinggap di Nusawirupun semakin lama semakin enggan, Banyak faktor penyebabnya.

Sekarang kita abaikan dulu permasalahan yang diatas, sekarang kita akan membicarakan masalah Perinternetan di Pangandaran.

Sebelum menginjak masalah internet, kita akan berjalan jalan dulu seberapa besar kepemilikan komputer orang pangandaran. Pada tahun 1996 beberapa sekolah di Pangandaran mulai mendapat suply komputer dari pemerintah SMU Pangandaran saat itu mempunyai 12 komputer, disusul MTsN Pangandaran dengan 19 komputer dan tak berbeda dengan SMPN Pangadaran. Saat itu komputer di SMU Pangandaran masih menggunakan Sistem Operasi DOS dengan aplikasi office berbasis Wordstar dan Lotus, Baru pada pertengahan 2000 sistem operasi mulai diganti, itupun inisiatif dari seorang pengajar. Saat itu yang terkenal melakukan pelatihan komputer adalah LPK Pratama Cabang dari Cijulang yang lokasinya didepan Kapolsek Pangandaran. Pesertanyapun masih dapat dihitung dengan jari. bisa temen-temen bayangkan betapa tertinggalnya teknologi komputer saat itu. Lalu Bagaimana dengan sekarang ?

Sekarang beberapa sekolah sudah memperbanyak jumlah komputernya walaupun masih hanya bisa digunakan untuk aplikasi office saja, namun ini merupakan pertanda baik pertumbuhan komputer dipangandaran.

Beberapa Bank mulai hadir di Pangandaran, anda tidak akan kesulitan menemukan ATM disana, beberapa grid antena 2,4 DB untuk wireless network pun sudah terlihat dibeberapa gedung pemerintaha, tidak tau buat apa.

Bagaimana dengan Kehidupan Internet Disana ?

Yang saya tau internet tercepat yang pernah saya rasakan di Pangandaran adalah ketika beberapa hari Pasca Bencana Tsunami itupun hanya beberapa hari saja bantuan dari Yayasan Air putih dan Im2 serta telkom. Lalu bagaimana kesehariannya ?

Anda akan kesulitan untuk mencari koneksi intenet di Pangandaran, apalagi setelah Bencana Tsunami. berikut ini beberapa lokasi yang bisa berinternet di Pangandaran tentunya menggunakan PC.

1. Telkom Kantor Pelayanan Pangandaran, kalau tidak salah ada
2 komputer Pentium III disana yang kecepatannya berbanding lurus dengan kecepatan bandwidthnya, lambat.

2. Warnet depan Pantai Indah di Jl. Kidang Pananjung, Harganya sekitar 8 - 15 ribu perjam, luar biasa.

3. SMU Pangandaran, disana ada lab komputer yang bisa digunakan intenet, hanya saja masih menggunakan dialup telkomnet Instan. Internet baru bisa digunakan bila ada 5 orang user yang akan memakai, Masya Allah.

4. Warnet depan Pasar Wisata, dulu ada sekarang kena tsunami.

5. Warnet sebelum kantor POS depan MES Bahagia sekarang masih aktif

6. Beberapa hotel menyediakan akses internet, cuma tidak efektif.

Tempat yang saat ini masih jalan adalah yang ada dikantor telkom. jika anda akan memakai anda akan langsung mengamalkan sebuah dalil yang mengatakan " Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar" karena lambatnya.

Bagaimana kemungkinan kedepan ?

Bagus tidaknya pertumbuhan internet di Pangandaran tentunya banyak faktor yang mempengaruhinya antara lain :

1. Sikap Pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Ciamis yang menaungi Pangandaran seharusnya sudah saatnya melek Internet dan IT. Menurut saya, Ciamis adalah satu kabupaten yang tertinggal ITnya dari kabupaten lain di Jawa Barat. Kabupaten Ciamis tidak punya website, walaupun dulu pernah online, tapi karena sesuatu hal kini off. Perhatian Ciamis ke Pangandaran jika terus seperti ini tentunya akan menghambat pertumbuhan internet di Pangandaran.

2. Investor / Sektor Swasta.
Telkom dan beberapa ISP yang besar belum mempunyai keberanian untuk menancabkan BTS-BTS untuk backbone internet disana, tentunya masih terpengaruh tingkat pasar yang rendah.

3. Masyarakat
Masyarakat Pangandaran masih belum tau IT dan Internet, saya saja ketika pulang, ketika ditanya oleh Orang tua, masih susah menjelaskannya.

Siapapun anda yang merasa dilahirkan dan dibesarkan di Pangandaran (termasuk saya) mempunyai kewajiban untuk membangun Pangandaran apapun caranya.

Sebenarnya awalnya mau nulis tapi jadi curhat, gak apa-apa deh, Bagaimana Pendapat Anda ?

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet






Tentang Pangandaran Lainnya
Gempa dan Tsunami di Pangandaran, Rumahku
Minggu, 08 April 2007 23:33 WIB
Gempa dan Tsunami di Pangandaran, Rumahku
Tepat selesai ujian Bahasa Inggris di kantor ( Bandung ) aku mendapat pesan lewat Yahoo dari Adik tercintaku di kostan, katanya Pangandaran di terjang Gempa dan Tsunami. Rasanya diri lemes seketika, namun kucoba mencari tau apa yang sebenernya terjadi. Kabar yang belum jelas pun terus dimunculkan di media, ada yang bilang air naik hingga ke jarak 1 kilometer, ini berarti rumahku kena karena jarak rumahku gak lebih dari itu..Aku coba terus kontak dan alhasil belum bisa dikontak semuanya dari pukul 17.00..