Bedah Website
Kumparan.com, Situs Berita Rasa Sosial Media

Kumparan.com, Situs Berita Rasa Sosial Media

Oleh | Sabtu, 08 April 2017 06:57 WIB | 727 Views 2017-04-08 06:57:33

Website ini usianya masih sangat belia, namun sapananya jika dibelakang Kumparan.com ada banyak nama mentereng di jagad teknologi dan media khususnya di Indonesia. Sebut saja Presiden Komisarisnya adalah Budiono Darsono, orang dibelakang suksesnya Detik.com dari awal lahir hingga saat ini.

Saya melihat Kumparan.com muncul dari rasa jenuhnya Budiono Darsono dalam mengelola situs berita seperti Detik.com, tuntutan revenue yang besar dari Trans Group yang merupakan holding dari Detik.com membuat detik.com seperti Situs Iklan berhadiah berita. Oleh karenanya, Kumparan.com hadir dengan konsep berbeda, saya menyebutnya Situs Berita Rasa Sosial Media. Namun, inipun masih pendapat pribadi saya. Pada bedah website kali ini saya akan coba mengomentari beberapa hal diantara.

Konsep dan Ide Dasar
Seperti yang saya ungkap diawal, Kumparan sepertinya ingin menyajikan berita dengan nuansa yang berbeda, anda akan melihat user-user berjejer seperti layaknya twitter dan berita itu sendiri disebuat sebagai sebuah "story" atau cerita. Jadi, berita menjadi tidak satu arah saja seperti detik, melainkan menjadi sebuah user generated content dimana setiap user yang tergabung bisa menulis sebuah "berita". 

Desain dan Fitur
Bila kita melihat sekilas, ini seperti bukan situs berita, melainkan sosial media, design ini yang menurut saya menjadi nilai plus, disaat media lain menyajikan berita seperti "koran online", Kumparan.com menyajikan berita dalam design lain. Pewarnaan yang lembut juga membuat pembaca khususnya saya lebih nyaman berlama-lama membaca setiap konten yang ada. 

Sementara dari segi fitur, saya yakin masih banyak fitur yang disembunyikan, saya melihatnya fitur yang disajikan sekarang tidak lebih dari 50 persen saja. Ini terlihat dari versi Beta yang disempatkan dibawah logonya dan tentu website sekelas Kumparan dipastikan akan terus berinovasi dan berkembang.

Dari sisi teknologi, Kumparan.com hadir dengan menggunakan teknologi React, sebuah teknologi yang mengedepankan javascript untuk rendering sebuah halaman website. Saya tidak meragukan backend dari Kumparan.com, bedol desanya Budiono Darsono dari detik.com secara otomatis ada teknologi detik juga yang dibawa oleh gerbong Kumparan.com

Sisi Bisnis
Jika sekilas melihat kumparan.com maka kita akan bertanya, dari mana dapat uangnya? dari mana uang untuk membiaya operasional dan gaji tim yang begitu banyak. Saya pikir untuk capital tidak saya bahas lagi tetapi saya lebih ke sisi bisnis dari Kumparan.com. Saya melihatnya Kumparan tidak akan hadir dengan banyak banner, pop sana pop sini seperti detik.com. Kumparan akan "mengambil uang" pengiklan dengan memberitakan produk atau brand dalam sebuah "cerita", bisa disebut advetorial, begitu. Saya melihatnya saat ini kumparan melakukan itu untuk get revenue, kedapannya ketika ini sudah semakin besar bisa saja banyak ceruk bisnis yang bisa diambil dan sangat mungkin untuk "membuat banner" dihalaman yang sekarang begitu bersih dari iklan itu.

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet




Berikan Komentar
comments powered by Disqus

Bedah Website Lainnya
Berkunjung ke Bobotoh Persib On The Net.
Minggu, 06 Desember 2009 07:06 WIB
Berkunjung ke Bobotoh Persib On The Net.
Siapa yang tak kenal nama besar persib dikancah Persebakbolaan Indonesia? Buat anda bobotoh pasti pertanyaan itu dengan mudah untuk dijawab. Bobotoh merupakan panggilan untuk pendukung persib bandung. Nah untuk bobotoh semua rasanya anda harus dan wajib tau situs komunitas bobotoh di internet atau Bobotoh on the net dan juga sering disebut sebagai situs bobotoh persib saalam dunya. Nama situsnya adalah www.persib-bandung.or.id
Situs Microblogging Koprol.com
Minggu, 18 Oktober 2009 06:38 WIB
Situs Microblogging Koprol.com
Koprol memiliki keunikan tersendiri, selain sebagai situs microblogging dan pertemanan online, koprol hadir dengan dilandaskan pada lokasi tertentu baik nama sebuah kota, Negara hingga sebuah tempat yang lebih spesifik seperti mall, universitas dan pusat perbelanjaan. Sehingga member memungkinkan untuk bertemu jika mereka sedang berada dalam satu lokasi atau koprol menyebutkan dengan istilah place, kita tinggal mencari di bagian atas halaman kemana atau dimana kita sekarang, setelah itu kita bisa langsung checkin dan bergabung ketempat itu
Berkunjung ke IndoWebster Indonesia
Kamis, 03 September 2009 08:25 WIB
Berkunjung ke IndoWebster Indonesia
Sebagai pengguna internet dipastikan kita membutuhkan sebuah situs yang dapat menyediakan download berbagai file disitus itu ditambah lagi kita bisa berbagi file dengan cara menguploadnya ke situs sharing file tersebut. Kalau kita kenal di internernational ada beberapa situs seperti Rapidshare, 4Shared.com hingga megaupload, kali ini kita akan berkenalan sekaligus mengeksplore apasaja yang ada disitus sharing file lokal yaitu Indowebster atau biasa disingkat menjadi IDWS.
Berkunjung ke Muxlim.com
Kamis, 03 September 2009 08:08 WIB
Berkunjung ke Muxlim.com
Virus situs jejaring sosial memang sedang mewabah di hampir seluruh penjuru dunia. Jika kini masyarakat Indonesia tengah dilanda demam Facebook, umat Muslim di negara-negara Islam justru menggemari Muxlim. Situs gaya hidup komunitas Muslim ini tak kalah hebat dibandingkan Facebook, Friendster, dan MySpace.
Memajang Karya Digital di PasarKreasi Online
Minggu, 12 Oktober 2008 09:57 WIB
Memajang Karya Digital di PasarKreasi Online
Berkreasi dan terus berkreasi sudah menjadi naluri seseorang yang mengenal betul arti sebuah kreatifitas. Pertanyaan muncul ketika sebuah kreatifitas dihasilkan dan menjadi sebuah produk yang perlu dikenal oleh publik, dimana akan memajang dan memasarkan hasil kreatifitas kita? Pertanyaan itu tidak hanya ada dibenak seorang kreatif yang menghasilkan produk berbentuk fisik seperti lukisan, kerajinan tangan atau produk-produk lain yang bersifat nyata, tetapi juga ada dibenak para kreatif-kreatif di dunia digital yang semakin hari semakin bertambah. Semisal photografer yang selalu menyimpan hasil photonya dalam bentuk digital, seorang animator, pembuat game, hingga pembuat aplikasi pendidikan yang terkadang kebigungan untuk memberika taste kepada calon penikmat karyanya