Cerita dan Kisah
Kisahku Di Pagi Hari Valentine

Kisahku Di Pagi Hari Valentine

Jum'at, 06 Februari 2009 09:08 WIB | 15.943 Views | Comments 2009-02-06 09:08:55

Tradisi Valentine rupanya mulai membudaya dikalangan orang-orang luar barat termasuk indonesia, saya mulai mengenal valentine saat kelas 1 smu dulu ketika teman-teman dan kakak kelas saling bertukar coklat sebagai tanda kasih sayang diantara mereka. Namun, saya tumbuh dikeluarga yang benar-benar "garing" dan tak kenal sesuatu yang berbau celebritas atau perayaan seperti itu. Dan sayapun punya kisah  yang berhubungan dengan valentine.

Rasa Ingin Tau

Rasa keingintauan saya tentang hari "valentine" kasih sayang semakin tinggi melihat begitu dinanti-natikannya hari ini ketika aku kelas 2 SMA sekitar tahun 2000. Akhirnya saya menemui Pa Akuh, salah satu guru favorit saya di smu yang bisa bernyanyi rhoma irama sambil ngetik naskah menggunakan mesin tik dan menggunakan sepuluh jari pula. Dari keterangan beliau akhirnya saya paham akan valentine yang sebenernya, persis jawaban pa Akuh sama dengan apa yang saya temukan di google dan wikipedia dengan penjelasan seperti ini :

Valentine adalah nama seseorang pemimpin agama Katolik yang telah dianggap menjadi martir ?Islam : Syuhada- oleh orang-orang Kristen (katolik) dan Valentine telah diberi gelar sebagai orang suci (Santo) oleh orang-orang Kristen. Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 - 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah.

Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang. Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sangsi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati.

Sebelum dihukum mati, Santo Valentine dan Santo Marius dipenjarakan dahulu, dalam penjara Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara, kemudian gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Sebelum Valentine dihukum mati, Valentine masih sempat menulis pesan kepada gadis kenalannya, yang isinya :

"From Your Valentine"


Setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, orang-orang selalu mengingat kedua santo tersebut dan merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih Valentine, dua-ratus tahun kemudian yaitu tahun 496 Masehi setelah kematian Santo Valentine dan Santo Marius, Paus Galasius meresmikan tanggal 14 Pebruari 496 sebagai hari Velentine.

Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang.

Ada versi lain tentang sejarah Valentine, yaitu pada masa Romawi Kuno, tanggal 14 Pebruari merupakan hari raya untuk memperingati dewi Juno, dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa dewi Juno adalah dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan ?dewi cinta.

Berusaha Mengingatkan.

Sebagai ketua OSIS yang bertanggung jawab, ciee. Saya berusaha untuk mengingatkan teman-teman untuk menjauhi perayaan tersebut, pikir saya kenapa mereka lebih mewah merayakan tanggal 14 Februari ketimbang 1 muharam atau tanggal-tanggal lainya?

namun ternyata saat itu jumlah teman-teman sangat banyak yang berjumlah lebih dari 1000 siswa dan tak mungkin saya umumkan akan valentine yang sebenarnya saat upacara bendera. Akhirnya saya ingat komputer Windows 3.11 yang ada diruangan OSIS dan langsung aku mengetikan sejarah dan himbauan untuk tidak merayakan hari valentine, yah..akhirnya selembar tulisan jadi tanpamencantumkan siapa yang menulis, ide itu saya dapat masukan dari teman seperjuangan kalau lagi kontra sama sekolah, Dasep..haha dikau dimana sekarang?. Kemudian sore-sore saya menyempatkan diri pulang telat karena memang biasanya saya pulang paling akhir setelah melakukan sesuatu diruang OSIS bersama teman-teman. Tulisan itu saya photo copy menjadi 25 buah dan dengan bantuan dasep (saat itu sebagai ketua PALAPA -- Pecinta Alam Pangandaran) menempelkan tulisan itu dimading samping papantulis di seluruh kelas.

Tepat tanggal 14 Februari 2000, pagi-pagi teman-teman semuanya pada membaca tulisan itu dikelas dan saya melihat hampir semua tulisan laris terbaca, alhamdulillah akhirnya ada yang baca mudah-mudahan bermanfaat. Saya dan dasep pun merasa senang. Namun rasa senang saya ditengah hari hilang...saya dipanggil kepala sekolah saat itu, dan sayapun kena marah karena dianggap sudah melakukan provokasi dengan membuat dan memasang tulisan tentang valentine , persis seperti apa yang saya dapatkan  arahan ketika seolah-olah mempropokasi teman-teman untuk tidak ikut StudyTour saat kelas 3 dan tidak menjadi ketua osis, bahkan bukan kepala sekolah saja beberapa gurupun berbuat hal yang sama. Semenjak saat itu saya benar-benar tambah benci dengan yang namanya Valentine dan tetap berpendapat apapun alasanya valentine tidak pantas untuk kita tunggu-tunggu, apalagi merakannnya.Ditambah lagi beberapa bulan kemudian Pa Akuh pindah ke Indihiang, saya sedih saat itu.

Bagaimana Saat Ini?

Perasaan saya masih belum berubah dengan 9 tahun yang lalu saat saya masih sekolah SMU dengan ide-ide aneh yang kurang briliant. Saya sangat tidak respek kepada siapapun yang menyebut-nyebut hari itu bahkan merayakannya dengan bertukar coklat, rasanya ngeri liatnya apalagi kalau ingat orang tua yang belum pernah dibeliin coklat barang silver queenpun. Jadi siapapun yang ingin mengucapkan selamat hari valentine dan memberikan sesuatu buat saya dan diingatkan akan hal yang sebenernya susah mendingan jangan berteman lagi dengan saya. Benar atau tidak tindakan saya? wallahualam..mudah2an Allah mengingatkan jikalau ada khilaf. Ada pendapat lain?


Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet

#0




Apa komentar anda tentang Tulisan Kisahku Di Pagi Hari Valentine?

Cerita dan Kisah Lainnya
Kiat Mendapatkan Sebuah Esensi
Minggu, 24 Agustus 2008 10:12 WIB
Kiat Mendapatkan Sebuah Esensi
Saya Mendapat pengalaman berharga hari ini, sebuah jawaban istimewa dari Dosen Saya, Pak Witarto. Esensi, begitulah sebuah kata yang terucap berulang-ulang dilontarkan orang-orang berilmu, setiap aktifitas dan kegiataan yang kita temui dan lakukan tentu diharapkan ada sebuah esensinya, dengan kata lain ada makna yang harus didapat untuk diimplementasikan dalam kehidupan kita, tidak terkecuali bagi kita yang masih berusaha mencari sebuah esensi dari Matakuliah yang sedang dipelajari dikampus.
Cerita Sore Saat Jual Mie Ayam
Senin, 04 Juni 2007 20:30 WIB
Cerita Sore Saat Jual Mie Ayam
Tidak seperti biasanya, sabtu sore saya belum dapat uang , bingung memang,bagaimana tidak, mie ayam yang harus habis saat itu juga belum habis dan terbanyang berapa bahan mie ayam beserta bumbu-bumbunya yang harus dimakan sendiri. Saya juga bertanya, kenapa sepi? padahal hari ini adalah weekend (saat itu belum tau istilah weekend). Akhirnya pasrah saja sambil berharap malem minggu dan minggu besok dapat uang yang banyak.
Perbincangan Guru dan Murid
Minggu, 08 April 2007 22:48 WIB
Perbincangan Guru dan Murid
Pernahkan sahabat membayangkan perbincangan seorang guru dan seorang murid yang jarang sekali terjadi dan mungkin bahkan sulit untuk menemukan perbincangan yang panas ini. Diceritakan ada seorang guru sedang mengajar didepan kelasnya, murid yang diajarkannyapun masih anak SMP yang belum tau banyak, perbincangan mereka adalah sebagai berikut :