Cerita dan Kisah
Mengingat Kembali Tradisi Menggotong Rumah Saat Pindahan

Mengingat Kembali Tradisi Menggotong Rumah Saat Pindahan

Oleh | Rabu, 08 Juli 2020 00:39 WIB | 618 Views | Comments 2020-07-08 00:39:05

Apakah anda pernah menyaksikan orang secara bergotong royong menggotong rumah untuk pindahan. Kalau anda pernah, berarti setidaknya seusia dengan saya, atau juga karena tempat tinggal anda masih ada rumah rumah kayu yang siap digotong?  

Menggotong rumah untuk dipindahkan di era 90an dan sebelumnya adalah hal yang lumrah ditemui. Kok bisa rumah digotong? Mungkin begitu tanya anak milenial atau generasi termuda. Sangat bisa tentu, serius, ketika sebuah keluarga pindah rumah ke tanah yang baru, mereka akan di bantu tetangga se rt untuk pindahan, mulai dari angkut lemari, nurunin genteng hingga rumah diangkut bareng bareng ke tempat baru. Naikin genteng lagi, pasang bilik lagi hingga rumah bisa ditempati. Bahkan bisa selesai dalam waktu sehari. setiap orang bawa perkakas, setiap orang punya task masing masing, mulai dari gergaji kayu hingga menancapkan paku ke pelapah pisang supaya mudah untuk diambil. Bahkan ada yang tidak kerja, cukup bercanda hingga membuat semua tertawa. 

Disadari atau tidak, gotong royong jaman itu begitu nikmat terasa, bisa sambil ngobrol, saling tertawa dan suka ria, tidak dibayar kok, cukup makan alakadarnya saja mereka bahagia. Rasanya tuh keren banget. 

Sayangnya tradisi ini nyaris tiada, sebabnya banyak sekali. Bentuk rumah yang cenderung permanen dan bertembok membuat rumah tidak bisa dipindah dengan cara digotong, selain itu, jalan jalan yang semkin sempit juga menyulitkan untuk menggotong dan yang terakhir, dan ini yang tidak saya harapkan adalah semakin lunturnya rasa gotong royong.  

Menggotong rumah memang berat, tetapi dengan kebersamaan, dengan keihlasan dan dengan keceriaan jadi berasa ringan. Ayo siapa yang rumahnya mau digotong? 

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet





Apa komentar anda tentang Tulisan Mengingat Kembali Tradisi Menggotong Rumah Saat Pindahan?

Cerita dan Kisah Lainnya
Ini Kenakalanku, Itukah Kenakalanmu Duhai Kids Jaman Now?
Minggu, 04 Februari 2018 07:13 WIB
Ini Kenakalanku, Itukah Kenakalanmu Duhai Kids Jaman Now?
Siapa bilang anak jaman old gak nakal? sama nakal kok, mereka juga anak-anak yang memang seperti itu diusianya, termasuk saya, saya tidak bilang bahwa saya anak yang baik saat sekolah dulu khususnya saat sekolah dasar. Apa saja kenakalannya?
Saatku Sombong Didepan Hajar Aswad Masjidil Haram
Jum'at, 23 Desember 2011 05:14 WIB
Saatku Sombong Didepan Hajar Aswad Masjidil Haram
Rasa perih terasa dikaki, aku tidak sadar sama sekali bahwa kakiku terluka oleh sesuatu. Akhirnya, setelah memutuskan untuk keluar dari beratnya desakan orang-orang besar ditimur tengah itu aku baru sadar bahwa kakiku mengeluarkan darah. Malam hari tiba di Masjidil haram membuat kami memutuskan untuk tidak mencium hajar aswad terlebih dahulu, kami tiba sekitar pukul 2 dinihar
Kisahku Di Pagi Hari Valentine
Jum'at, 06 Februari 2009 09:08 WIB
Kisahku Di Pagi Hari Valentine
Tradisi Valentine rupanya mulai membudaya dikalangan orang-orang luar barat termasuk indonesia, saya mulai mengenal valentine saat kelas 1 smu dulu ketika teman-teman dan kakak kelas saling bertukar coklat sebagai tanda kasih sayang diantara mereka. Namun, saya tumbuh dikeluarga yang benar-benar "garing" dan tak kenal sesuatu yang berbau celebritas atau perayaan seperti itu. Dan sayapun punya kisah yang berhubungan dengan valentine.
Kiat Mendapatkan Sebuah Esensi
Minggu, 24 Agustus 2008 10:12 WIB
Kiat Mendapatkan Sebuah Esensi
Saya Mendapat pengalaman berharga hari ini, sebuah jawaban istimewa dari Dosen Saya, Pak Witarto. Esensi, begitulah sebuah kata yang terucap berulang-ulang dilontarkan orang-orang berilmu, setiap aktifitas dan kegiataan yang kita temui dan lakukan tentu diharapkan ada sebuah esensinya, dengan kata lain ada makna yang harus didapat untuk diimplementasikan dalam kehidupan kita, tidak terkecuali bagi kita yang masih berusaha mencari sebuah esensi dari Matakuliah yang sedang dipelajari dikampus.
Cerita Sore Saat Jual Mie Ayam
Senin, 04 Juni 2007 20:30 WIB
Cerita Sore Saat Jual Mie Ayam
Tidak seperti biasanya, sabtu sore saya belum dapat uang , bingung memang,bagaimana tidak, mie ayam yang harus habis saat itu juga belum habis dan terbanyang berapa bahan mie ayam beserta bumbu-bumbunya yang harus dimakan sendiri. Saya juga bertanya, kenapa sepi? padahal hari ini adalah weekend (saat itu belum tau istilah weekend). Akhirnya pasrah saja sambil berharap malem minggu dan minggu besok dapat uang yang banyak.
Perbincangan Guru dan Murid
Minggu, 08 April 2007 22:48 WIB
Perbincangan Guru dan Murid
Pernahkan sahabat membayangkan perbincangan seorang guru dan seorang murid yang jarang sekali terjadi dan mungkin bahkan sulit untuk menemukan perbincangan yang panas ini. Diceritakan ada seorang guru sedang mengajar didepan kelasnya, murid yang diajarkannyapun masih anak SMP yang belum tau banyak, perbincangan mereka adalah sebagai berikut :