Cerita dan Kisah
Petani dan Tikus dalam Karung

Petani dan Tikus dalam Karung

Oleh | Jum'at, 11 Desember 2020 13:13 WIB | 214 Views | Comments 2020-12-11 13:13:57

Ada sebuah cerita menarik tentang seorang petani dan tikus, cerita ini saya sendiri tidak jelas sumbernya dari mana. Namun ada pelajaran penting yang bisa diambil dari kisah ini. Bagaimana kisahnya?

Pernah baca satu cerita tentang seorang petani yang membawa tikus dalam karung. Tikus itu dia simpan di dalam karung dan dibawanya pakai kendaraan umum karena akan ditukar dengan hadiah. Kebetulan sedang ada sayembara untuk menukarkan tikus yang dianggap hama tersebut dengan hadiah dari pemerintah desa setempat.

Setiap lima menit sekali petani itu sengaja menendang tikus dalam karung sampai mereka terdengar ribut berisik satu sama lain. Kebiasaan ini ternyata membuat seseorang disebelah petani keheranan dan memberanikan diri untuk bertanya mengapa setiap lima menit sekali menendang karung yang berisi tikus. Dengan seringainya petani itu menjelaskan bahwa dia sengaja menendang tikus dalam karungnya setiap lima menit sekali agar tikus itu tidak menyadari kalau mereka sebenarnya punya gigi yang kuat untuk menggigit karung dan melubanginya agar bisa bebas keluar dari dalam karung. Tendangan petani sengaja dibuat agar tikus ribut sendiri diantara mereka, lupa akan potensi dirinya dan tetap agar ada dalam kontrol petani sebelum diserahkan untuk ditukar jadi hadiah.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil, terkadang kita disibukan oleh sesuatu yang tidak penting dan justru ribut dengan sesama kita, padahal kita memiliki potensi yang sangat besar untuk lebih maju, untuk lebih berkembang dan sukses keluar dari keterpurukan. Tapi tidak harus menjadi tikus tentunya :(.

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet





Apa komentar anda tentang Tulisan Petani dan Tikus dalam Karung?

Cerita dan Kisah Lainnya
Mengingat Kembali Tradisi Menggotong Rumah Saat Pindahan
Rabu, 08 Juli 2020 00:39 WIB
Mengingat Kembali Tradisi Menggotong Rumah Saat Pindahan
Apakah anda pernah menyaksikan orang secara bergotong royong menggotong rumah untuk pindahan. Kalau anda pernah, berarti setidaknya seusia dengan saya, atau juga karena tempat tinggal anda masih ada rumah rumah kayu yang siap digotong?
Ini Kenakalanku, Itukah Kenakalanmu Duhai Kids Jaman Now?
Minggu, 04 Februari 2018 07:13 WIB
Ini Kenakalanku, Itukah Kenakalanmu Duhai Kids Jaman Now?
Siapa bilang anak jaman old gak nakal? sama nakal kok, mereka juga anak-anak yang memang seperti itu diusianya, termasuk saya, saya tidak bilang bahwa saya anak yang baik saat sekolah dulu khususnya saat sekolah dasar. Apa saja kenakalannya?
Saatku Sombong Didepan Hajar Aswad Masjidil Haram
Jum'at, 23 Desember 2011 05:14 WIB
Saatku Sombong Didepan Hajar Aswad Masjidil Haram
Rasa perih terasa dikaki, aku tidak sadar sama sekali bahwa kakiku terluka oleh sesuatu. Akhirnya, setelah memutuskan untuk keluar dari beratnya desakan orang-orang besar ditimur tengah itu aku baru sadar bahwa kakiku mengeluarkan darah. Malam hari tiba di Masjidil haram membuat kami memutuskan untuk tidak mencium hajar aswad terlebih dahulu, kami tiba sekitar pukul 2 dinihar
Kisahku Di Pagi Hari Valentine
Jum'at, 06 Februari 2009 09:08 WIB
Kisahku Di Pagi Hari Valentine
Tradisi Valentine rupanya mulai membudaya dikalangan orang-orang luar barat termasuk indonesia, saya mulai mengenal valentine saat kelas 1 smu dulu ketika teman-teman dan kakak kelas saling bertukar coklat sebagai tanda kasih sayang diantara mereka. Namun, saya tumbuh dikeluarga yang benar-benar "garing" dan tak kenal sesuatu yang berbau celebritas atau perayaan seperti itu. Dan sayapun punya kisah yang berhubungan dengan valentine.
Kiat Mendapatkan Sebuah Esensi
Minggu, 24 Agustus 2008 10:12 WIB
Kiat Mendapatkan Sebuah Esensi
Saya Mendapat pengalaman berharga hari ini, sebuah jawaban istimewa dari Dosen Saya, Pak Witarto. Esensi, begitulah sebuah kata yang terucap berulang-ulang dilontarkan orang-orang berilmu, setiap aktifitas dan kegiataan yang kita temui dan lakukan tentu diharapkan ada sebuah esensinya, dengan kata lain ada makna yang harus didapat untuk diimplementasikan dalam kehidupan kita, tidak terkecuali bagi kita yang masih berusaha mencari sebuah esensi dari Matakuliah yang sedang dipelajari dikampus.
Cerita Sore Saat Jual Mie Ayam
Senin, 04 Juni 2007 20:30 WIB
Cerita Sore Saat Jual Mie Ayam
Tidak seperti biasanya, sabtu sore saya belum dapat uang , bingung memang,bagaimana tidak, mie ayam yang harus habis saat itu juga belum habis dan terbanyang berapa bahan mie ayam beserta bumbu-bumbunya yang harus dimakan sendiri. Saya juga bertanya, kenapa sepi? padahal hari ini adalah weekend (saat itu belum tau istilah weekend). Akhirnya pasrah saja sambil berharap malem minggu dan minggu besok dapat uang yang banyak.