Cerita Sehari-hari
Oleh-oleh Seminar Citizen Journalism & Entrepreneurship Detik.com

Oleh-oleh Seminar Citizen Journalism & Entrepreneurship Detik.com

Sabtu, 12 Februari 2011 14:56 WIB | 4.925 Views | Comments 2011-02-12 14:56:43

Sangat singkat waktunya namun cukup berkesan dan menarik, itu kalimat oleh-oleh yang saya bawa dari Acara Citizen Journalism & Entrepreneurship Detik.com Roadshow 7 Kota. Kehadiran BDI atau Budiono Darsono dan Raditya Dika menambah semarak acara ini.

Saya pikir saya orang pertama yang datang ke Hotel Golden Flower daerah Asia Afrika Bandung, ternyata saya masuk dari arah yang berbeda, temen-temen semua naik eskalator sedangkan saya naik lift..hihihi...langsung ketemu BDI di lift. Tapi belum sempet ngobrol...Teng teng teng acara dimulai dengan hadirnya MC cantik bernama Austin, kejenuhan menunggu membuat saya dan sepertinya dengan peserta lain cukup terhibur...saya kaget pas Austin cerita tentang detik dan saya tepuk tangan, kirain mau diikutin oleh peserta yang lain, ternyata tidak....tapi malu itu terobati ketika austin menghampiriku....katanya "Tepuk tangan untuk aku yah? "

Pembicara pertama tentu tidak asing lagi, BDI atau Budiono Darsono mulai membuka dengan beberapa slide yang menceritakan tentang kisah detik.com dari tahun ke tahun, saya pikir cukup tragis dan sudah sepantasnya detik mendapatkan hal yang terbaik saat ini, saya jadi ingat bagaimana jerih payah mengembangkan cybermq.com, mypangandaran.com dan beberapa situs lain, termasuk situs ini. Dari hanya sekedar html di tahun 2003-an hingga terbentuk seperti sekarang.

Beberapa hal yang dapat saya ambil dari apa yang disampaikan salahsatunya adalah ATM, ATM ini merupakan kepanjangan dari Amati, Tiru dan Modifikasi, itulah sebenarnya yang dilakukan detik.com, dan sepertinya siapapun kita untuk inovasi teknologi informasi akan melakukan hal yang sama, hanya saja banyak orang yang terlalu mudah untuk menghilangkan beberapa kata dari ATM itu, hanya mengamati saja, hanya meniru saja tanpa modifikasi, ditulisan yang lain saya pernah menceritakan bagaimana Facebook bisa besar karena metoo atau mengikuti dari yang sudah ada. Saya rasa gak ada salahnya jika kita melihat sesuatu inovasi, terus kita amati, kemudian tiru dan modifikasi, lebih afdol lagi kalau kita bisa mengcreate sesuatu yang baru dan lebih bagus. Konsistensi dalam pengembangan inovasi yang kita miliki inilah yang nantinya akan merubah kepanjangan ATM dari Amati Tiru dan Modifikasi menjadi Mesin uang yang sesungguhnya.

Hal lain yang disampaikan orang nomor satu di detik.com ini adalah bagaimana strategi memanage iklan yang masuk ke detik, awal kelahirannya detik hadir hanya beberapa iklan, berkembang dan terus berkembang hingga puluhan iklan di homepage detik.com membuat detik mendapatkan gelar "Web Iklan berhadiah Berita", strategi yang dilakukan adalalah dengan menaikan harga iklan dengan mengurangi space iklan, masuk akal... Jadi inget blog-blog yang penuh oleh adsense ataupun iklan, Ini mau ngiklan apa ngeblog...tapi saya tidak mempermasalahkan itu karena setiap orang berhak untuk membuat sebuah goal dalam menulis blog..

Janda Cyber, satu hal yang saya ingat, mengingat cerita istrinya BDI ini jadi istri kedua setelah laptop..hehe..saya sejenak berfikir, apakah hal yang sama akan saya lakukan setelah menikah nanti? hemmm...gimana nanti sajalah..mudah2an proporsinya lebih adil antara istri dan kerjaan..amiin...

Tengggggg...ganti pembicara, ternyata pesan sponsor masuk dari Telkomsel disampaikan oleh Ricardo Indra, kalau tidak salah bagian Markom di  Telkomsel, bla..bla bla bercerita tentang telkomsel, saya hanya diam...ya resiko acara gratis disponsorin..sponsor bebas bilang apa saja,,,saya sempat sebel dengan peserta belakang saya yang bilang ...gimana sih promosi terus...seperti itulah....saya pikir diam saja kalau gak suka dan cermati kalau suka...kalau saya sendiri bukan pengguna Telkomsel....nikmati saja materi yang disampaikan...

Ternyata lama juga Space untuk Promo ini dan untuk menghilangkan rasa ngantuk saya coba buka twitter melalui BB, aku mentions Raditya Dika supaya cepet cepet masuk...eh ternyata sudah ada dibelakang...Wek weeeew....Si Kambing Jantanpun masuk keruangan, dengan setelan yang agak aneh bagi saya..hehehe...mulailah Raditya Dika menyampaikan pengalamannya pertama kali menulis.... Unik, lucu juga orangnya...walaupun kadang sebel kalau ada persepsi yang berbeda dengan saya bila sedang nonton Provokatif Proactive....mungkin tuntutan acara kali yah...

Bebeberapa hal yang bisa saya ambil dari Radit adalah ternyata menjadi seorang penulis kenamaan itu tidak mudah sobat, butuh pengorbanan, butuh perjuangan dan butuh kegilaan yang berkepanjangan...Saya yang awalnya ngantuk langsung cenghar mendengar ceritanya Raditya dika yang membuat ketawa bahkan sebagian peserta terpingkal-pingkal...Mulai dari Cerita Iklan Sunsilk, Iklan toli Toli dan kisah hidupnya yang diceritakan dengan dua tipe pita suara...Suara Besar dan Suara Kecil :)....

Disela-sela acara saya sempat bertanya ke BDI tentang bagaimana mengantisipasi bila kita membuat berita dan menjadi sebuah kontroversi, beberapa kali saya alami ketika membuat berita di myPangandaran.com, jawabannya ternyata memuaskan...yaitu...berikan semuanya hak untuk berbicara..

Ternyata ada workshop dibawah, workshop ini sepertinya sebuah strategi detik untuk mengakselerasi pertambahan content, ada sekitar 40 orang yang diberikan workshop, kader-kader inilah nantinya akan disediakan infrastruktur didetik dan 40 orang inilah harapannya akan menambah pustaka content dari beberapa daerah....kalau boleh menebak sepertinya kader-kader ini akan mendapatkan sebuah microsite yang nantinya akan dibantu berkembang oleh detik dengan cara memberikan jatah iklan detik kepada microsite ini, sedangkan content akan menjadi milik detik, ...hemmm...asalnya saya ingin ikut...tapi mengingat belum sholat duhur sedangkan jam sudah jam 1 lebih akhirnya saya pulang ditambah saya sudah punya media sendiri yang harus saya kembangkan....

Terima kasih Detik.com atas seminar gratisnya....hemmmmm....

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet






Cerita Sehari-hari Lainnya