Aktual dan Umum
Dimsum vs Siomay, Benarkah Bertarung?

Dimsum vs Siomay, Benarkah Bertarung?

Oleh | Sabtu, 10 Oktober 2020 23:56 WIB | 838 Views | Comments 2020-10-10 23:56:12

Belakangan, Dimsum menjadi makanan yang cukup favorit di penikmat kuliner tanah air. Dimsum seolah-olah makanan kekinian yang wajib dicoba oleh setiap penikmat kuliner, benarkan menggeser popularitas Siomay?

Bila anda masuk ke mal-mal besar di kota-kota, anda sangat mudah menemukan penjual Dimsum, benar banget dan saya telah membuktikannya. Bisa jadi saat ini memang masanya Dimsum, makanan tradional dari Hongkong, bisa jadi dari China juga, sangat ketara dengan penggunaan sumpit untuk memakannya.

Dimsum  memiliki arti  sederhana, dimsum adalah istilah dari bahasa Kantonis dan artinya adalah "makanan kecil". Biasanya dim sum dimakan sebagai sarapan atau sarsi. Namun karena dimsum populer ke dunia dari Hongkong maka istilah dimsum lebih populer dibandingkan dianxin, seperti apa yang ada dalam wikipedia. Dimsum terdiri dari berbagai macam penganan kecil-kecil yang biasanya merupakan makanan bersama teh. Orang Kanton sendiri sangat mementingkan acara minum teh yang disebut yamcha.

Seperti makanan-makanan lain yang masuk ke Indonesia, dimsum juga berakulturasi hehe. Rasanya tentu sebagian disesuikan dengan lidah orang indonesia, bahkan sebagian rasanya disesuaikan dengan kesukaan orang Indonesia.

Lalu bagaimana dengan Siomay? Siomay menurut saya tidak terlalu berbeda dengan dimsum, baik secara tekstur maupun bentuknya. Hanya saja siomay lebih kuat di rasa "lautnya" dan kombinasi dengan sayur seperti kol dan kentang serta tahu, yang paling mencolok adalah penggunaan bumbu kacang khas Indonesia, sedangkan dimsum menggunakan saus asam pedas ataupun dengan mayones.

Dimsum saat ini seolah sedang punya panggung, yang jualannya juga banyak yang "anak muda", punya penyajian khas anak-anak milenial dan mengambil tempat yang strategis yang tidak hanya digunakan untuk menikmati dimsum, tetapi bisa untuk ngobrol khas anak milenial.

Dimsum dan Siomay memang sedang bertarung menggambil posisi, disebagian sisi penjual Siomay mulai "mempercantik" caya penyajian dan tempat untuk makan siomay, tidak hanya sekedar menikmati nikmatnya Siomay rasa tenggiri.

Untuk mereka yang suka makanan tradisional khas Indonesia, menikmati Siomay berasa menikmati Dimsum, rasa Indonesia. Saya sendiri belum terlalu banyak dan lama mengenal dimsum. Dunia memang sudah berubah, Dimsum kadang harus berubah rasa menjadi rasa Indonesia, di lain tempat Siomay juga harus bisa disajikan dan branding seperti Dimsum.

Kalau kamu suka yang mana? Dimsum atau Siomay? atau kamu anggap keduanya beda?

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet





Apa komentar anda tentang Tulisan Dimsum vs Siomay, Benarkah Bertarung??

Aktual dan Umum Lainnya
Harga Tanaman Janda Bolong Sampai Jutaan, Benar atau Bohong?
Kamis, 01 Oktober 2020 18:26 WIB
Harga Tanaman Janda Bolong Sampai Jutaan, Benar atau Bohong?
Riak harga tanaman janda bolong membuat banyak orang ramai memperbincangkannya, tidak sedikit pula yang berseliweran di timeline sosial media. Benarkah harga tanaman janda bolong bisa mencapai jutaan? Jawabannya Ia betul, sangat mungkin. Karena ini dalam bisnis ada namanya. Apa ya?
Jhony Indo, Majingklak Pangandaran dan Kisah Bapak
Minggu, 26 Januari 2020 15:12 WIB
Jhony Indo, Majingklak Pangandaran dan Kisah Bapak
Nama Jhony Indo sudah tidak asing di telinga saya, bukan karena sering mendengar di televisi, tetapi waktu kecil memang saya sering mendengar cerita pelariannya dari Almarhum Bapak. Katanya saat Jhony Indo kabur dari Nusakambangan, ia bersembunyi di Majingklak, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran. Benarkah?
Selamat Tinggal BlackBerry Messenger, Selamat Datang BBMe
Jum'at, 19 April 2019 07:59 WIB
Selamat Tinggal BlackBerry Messenger, Selamat Datang BBMe
Pernah menjadi raja messenger di jamannya, akhirnya BlackBerry Messenger mengumumkan untuk undur diri dari jagad maya mulai 31 mei mendatang. Lalu benarkah BBM benar-benar menghilang? atau hanya sekedar berganti nama?
Benarkah Sensor Internet Seharga 211M Terlalu Mahal dan Sia-Sia?
Kamis, 09 Agustus 2018 06:20 WIB
Benarkah Sensor Internet Seharga 211M Terlalu Mahal dan Sia-Sia?
Tulisan ini saya buat karena cukup geli dengan komentar beberapa netizen yang menganggap bahwa kenapa harus ada sensor internet, terlalu mahal itu, lebih baik untuk subsidi masyarakat dalam membeli pulsa dan kuota internet, ngapain sensor-sensor kan bisa di baypass menggunakan proxy atau VPN?
Tweet MenKominfo: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?
Jum'at, 31 Januari 2014 06:58 WIB
Tweet MenKominfo: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?
Baik, sebelum lebih jauh melihat judul yang ada terlebih dahulu saya bercerita sedikit tentang kecepatan internet. Jangan lihat statistik dulu karena pasti anda juga bisa menebak kita termasuk negara dengan tingkat kecepatan akses internet yang cukup lambat.
Palestina Tidak Butuh Bantuan Milisi, Lalu Apa?
Selasa, 06 Januari 2009 06:07 WIB
Palestina Tidak Butuh Bantuan Milisi, Lalu Apa?
Sudah lebih sepekan Israel Terus Menggempur Palestina, Korbanpun Berjatuhan, Berbagai unjuk rasa terjadi serentak hampir diseluruh dunia, tidak terkecuali di Negara Israel itu Sendiri,banyak masyarakat indonesia yang berniat untuk menjadi milisi dengan kata lain mereka siap untuk berjihad fisabilillah. Luar biasa. Tetapi ternyata setelah membaca wawancara dengan Dubes Palestina Untuk Indonesia yaitu Fariz Mehdawi saya baru paham apa yang sebenarnya dibutuhkan palestina