Aktual dan Umum
Jhony Indo, Majingklak Pangandaran dan Kisah Bapak

Jhony Indo, Majingklak Pangandaran dan Kisah Bapak

Oleh | Minggu, 26 Januari 2020 15:12 WIB | 1.097 Views | Comments 2020-01-26 15:12:01

Nama Jhony Indo sudah tidak asing di telinga saya, bukan karena sering mendengar di televisi, tetapi waktu kecil memang saya sering mendengar cerita pelariannya dari Almarhum Bapak. Katanya saat Jhony Indo kabur dari Nusakambangan, ia bersembunyi di Majingklak, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran. Benarkah?

Sekilas tentang Jhony Indo

Johny Indo awalnya dikenal sebagai perampok toko emas di Jakarta dan sekitarnya pada era tahun 1970an yang dilakukan pada siang hari bersama kelompoknya Pachinko (Pasukan China Kota). Aksi paling terkenal Johnny Indo adalah merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat, pada 1979.

Johny Indo berhasil ditangkap di Sukabumi setelah kelompok Pachinko lebih dulu ditangkap. Johny Indo kemudian dijatuhi hukuman penjara 14 tahun dan dijebloskan ke penjara Nusakambangan. Namun baru tiga tahun menjalani hukuman, ia dan gerombolan berjumlah 34 orang berusaha melarikan diri dari Nusa Kambangan, tetapi kemudian ia berhasil ditangkap setelah bertahan selama 12 hari.

Ia sempat bermain dalam sejumlah film yang salah satunya mengangkat kisah dirinya dalam film Johny Indo pada tahun 1987. Sisa hidupnya diisi dengan berdakwah. Setelah bertaubat dan mengganti namanya menjadi Umar Billah, ia menjadi pribadi yang lembut dan santun. Informasi terakhir yang saya dapatkan, menjelang akhir hanyatnya Ia kembali memeluk agama Kristen mengikuti keyakinan Istrinya.

Jhony Indo dan Majingklak
Saya hingga saat ini masih penasaran tentang pelarian Jhony Indo yang begitu fenomenal, bagaimana tidak, saat kecil saya belum ada Internet seperti sekarang saya sering mendengar ceritanya. Saya coba googling terus, nanti kalau pulang ke Pangandaran dan ke Majingklak saya akan coba tanya-tanya lagi. Majingklak dan nusakambangan bagi saya memang tidak asing, saat kecil dulu, sebelum ibu meninggal, ibu sering bawa saya ke Cilacap melalui pelabuhan Majingklak menyusuri selat nusakambangan. Sempat juga saya diajak berobat ke Nusakambangan.

Lalu benarkah Jhony Indo pernah ke Majingklak?
Sebuah artikel dari Gatra menyebutkan di Segara Anakan, terdapat sebuah kampung bernama Kampung Laut, saya pernah juga mendengarnya tapi belum pernah kesana. Kampung Laut sangat dekat dengan denyut nafas kehidupan para napi di Nusakambangan. Sebab, dengan pendangkalan Segara Anakan, jarak antara Nusakambangan dan Kampung Laut makin tahun makin mendekat. Ketika Johny Indo melarikan diri dari Permisan, ia dan kawan-kawannya pun tertangkap tepat ketika hendak menyeberang ke Kampung Laut.

Penduduk Kampung Laut punya banyak cerita tentang napi pelarian yang lolos melewati desa mereka. "Pada suatu malam di awal 1980-an," kata Gunawan, 55 tahun, salah satu mubaligh di grumbul-grumbul Segara Anakan, "Seorang laki-laki asing tiba-tiba muncul di kampung ini." Dengan tubuh basah kuyup, laki-laki itu mengaku sebagai pelaut yang kapalnya karam.

Setelah meminta makanan dan baju sekadarnya, laki-laki asing itu pamit meneruskan perjalanan ke Majingklak, Jawa Barat, 20 kilometer arah barat Kampung Laut. Baru belakangan, ketika sipir LP Nusakambangan datang, penduduk Kampung Laut sadar bahwa laki-laki asing itu adalah pelarian dari Nusakambangan.

Dari sinilah saya meyakini, memang Jhony Indo pernah ke Majingklak Kalipucang Kabupaten Ciamis saat itu dan sekarang menjadi Kabupaten Pangandaran.

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet





Apa komentar anda tentang Tulisan Jhony Indo, Majingklak Pangandaran dan Kisah Bapak?

Aktual dan Umum Lainnya
Selamat Tinggal BlackBerry Messenger, Selamat Datang BBMe
Jum'at, 19 April 2019 07:59 WIB
Selamat Tinggal BlackBerry Messenger, Selamat Datang BBMe
Pernah menjadi raja messenger di jamannya, akhirnya BlackBerry Messenger mengumumkan untuk undur diri dari jagad maya mulai 31 mei mendatang. Lalu benarkah BBM benar-benar menghilang? atau hanya sekedar berganti nama?
Benarkah Sensor Internet Seharga 211M Terlalu Mahal dan Sia-Sia?
Kamis, 09 Agustus 2018 06:20 WIB
Benarkah Sensor Internet Seharga 211M Terlalu Mahal dan Sia-Sia?
Tulisan ini saya buat karena cukup geli dengan komentar beberapa netizen yang menganggap bahwa kenapa harus ada sensor internet, terlalu mahal itu, lebih baik untuk subsidi masyarakat dalam membeli pulsa dan kuota internet, ngapain sensor-sensor kan bisa di baypass menggunakan proxy atau VPN?
Tweet MenKominfo: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?
Jum'at, 31 Januari 2014 06:58 WIB
Tweet MenKominfo: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?
Baik, sebelum lebih jauh melihat judul yang ada terlebih dahulu saya bercerita sedikit tentang kecepatan internet. Jangan lihat statistik dulu karena pasti anda juga bisa menebak kita termasuk negara dengan tingkat kecepatan akses internet yang cukup lambat.
Palestina Tidak Butuh Bantuan Milisi, Lalu Apa?
Selasa, 06 Januari 2009 06:07 WIB
Palestina Tidak Butuh Bantuan Milisi, Lalu Apa?
Sudah lebih sepekan Israel Terus Menggempur Palestina, Korbanpun Berjatuhan, Berbagai unjuk rasa terjadi serentak hampir diseluruh dunia, tidak terkecuali di Negara Israel itu Sendiri,banyak masyarakat indonesia yang berniat untuk menjadi milisi dengan kata lain mereka siap untuk berjihad fisabilillah. Luar biasa. Tetapi ternyata setelah membaca wawancara dengan Dubes Palestina Untuk Indonesia yaitu Fariz Mehdawi saya baru paham apa yang sebenarnya dibutuhkan palestina
Butuh Orang Kreatif di Dunia Teknologi Informasi
Kamis, 29 Mei 2008 10:05 WIB
Butuh Orang Kreatif di Dunia Teknologi Informasi
Indonesia tidak diragukan lagi menjadi salah satu negara yang tumbuh pesat pertumbuhan teknologi informasi, rekayasa perangkat lunak mulai dari sistem operasi hingga aplikasi pendukungnyapun mulai tumbuh. Kita sering mendengar banyaknya distro linux hasil kembangan anak-anak indonesia, bahkan tidak sedikit dari putra bangsa mulai menunjukan giginya (unjuk gigi) di kancah internasional tentang kemajuan bidang ristek khusunya Teknologi Informasi.
Mempertanyakan Kebenaran Berita "Penggandaan Website BNP TKI"
Selasa, 10 Juli 2007 09:27 WIB
Mempertanyakan Kebenaran Berita "Penggandaan Website BNP TKI"
Jika sahabat membaca koran Tempo Hari ini (10 Juli 2007) akan menemukan berita yang membahas tentang penggandaan situs Badan Nasionan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), ada beberapa komentar pakar teknologi informatika yang beragam. Namun saya termasuk orang yang sangat menyangkan beberapa statement yang diberikan, ada beberapa hal teknis yang kemungkinan tidak diketahui sehingga berkomentar seperti itu, penasaran? baca selengkapnya