Aktual dan Umum
Harga Tanaman Janda Bolong Sampai Jutaan, Benar atau Bohong?

Harga Tanaman Janda Bolong Sampai Jutaan, Benar atau Bohong?

Oleh | Kamis, 01 Oktober 2020 18:26 WIB | 360 Views | Comments 2020-10-01 18:26:51

Riak harga tanaman janda bolong membuat banyak orang ramai memperbincangkannya, tidak sedikit pula yang berseliweran di timeline sosial media. Benarkah harga tanaman janda bolong bisa mencapai jutaan? Jawabannya Ia betul, sangat mungkin. Karena ini dalam bisnis ada namanya. Apa ya?

Saya mendapatkan sebuah tulisan menarik di Facebook, benar, inilah yang saya cari. Nama istilah untuk kondisi sekarang disebut sebagai "Monkey Bisnis", sebenarnya tidak hanya berlaku untuk Janda bolong, tetapi bisa juga berlaku pada fenemona-fenomena lainnya yang telah lalu seperti Batu Akik, Ikan Lohan dan yang lainnya.

Monkey Bussiness

Monkey business atau bisnis monyet adalah sebutan untuk sebuah perumpamaan strategi bisnis untuk merugikan orang lain dan menguntungkan diri sendiri. Monkey bussiness termasuk dalam dirty business yang sebaiknya dihindari oleh orang yang ingin belajar berwirausaha.

Lalu bagaimana gambaran soal Monkey business :

Suatu hari di sebuah desa, seorang yang kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp. 50,000,- per ekor. Padahal monyet disana sama sekali tak ada harganya karena jumlahnya yang banyak dan kerap dianggap sebagai hama pemakan tanaman buah-buahan.

Para penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet disekitar desa pun kemudian mulai masuk hutan dan menangkapinya satu persatu. Kemudian si Orang Kaya membeli ribuan ekor monyet dengan harga Rp 50,000,- . Karena penangkapan secara besar-besaran akhirnya monyet-monyet semakin sulit dicari, penduduk desa pun menghentikan usahanya untuk menangkapi monyet-monyet tersebut.

Maka si Orang Kaya pun sekali lagi kembali untuk mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp 100,000 per ekor. Tentu saja hal inimemberi semangat dan "angin segar" bagi penduduk desa untuk kemudian mulai untuk menangkapi monyet lagi. Tak berapa lama, jumlah monyet pun semakin sedikit dari hari ke hari dan semakin sulit dicari, kemudian penduduk pun kembali ke aktifitas seperti biasanya, yaitu bertani.

Karena monyet kini telah langka, harga monyet pun meroket naik hingga Rp 150,000,- / ekornya. Tapi tetap saja monyet sudah sangat sulit dicari. Sekali lagi si Orang Kaya mengumumkan kepada penduduk desa bahwa ia akan membeli monyet dengan harga Rp 500,000,- per ekor!

Namun, karena si Orang Kaya harus pergi ke kota karena urusan bisnis, Asisten pribadinya akan menggantikan sementara atas namanya. Dengan tiada kehadiran si Orang Kaya, si Asisten pun berkata pada penduduk desa: "Lihatlah monyet-monyet yang ada di kurungan besar yang dikumpulkan oleh si orang kaya itu. Saya akan menjual monyet-monyet itu kepada kalian dengan harga Rp 350,000,- / ekor dan saat si Orang Kaya kembali, kalian bisa menjualnya kembali ke si Orang Kaya dengan harga Rp 500,000,-
Bagaimana...?"

Akhirnya, penduduk desa pun mengumpulkan uang simpanan mereka, menjual aset bahkan kredit ke bank dan membeli semua monyet yang ada di kurungan. Namun...
Kemudian...Mereka tak pernah lagi melihat si Orang Kaya maupun si Asisten di desa itu! Rugilah warga desa itu :(

Praktik bisnis seperti ini sering kali kita menemukannya, intinya adalah jika kita membeli sesuatu dengan harga yang tak masuk akal, maka harus kita hindari, bisa jadi ini hanya riak semata atau memang ada orang yang sedang berusaha menjalankan strategi ini, bantuan internet membuat hal ini bisa viral dan beredar dengan cepat dan bisa menimbulkan kegaduhan.

Terima kasih kepada siapapun yang menus tentang Monkey Bisnis, mohon maaf karena sudah menyalin, karena sumber jelasnya tidak ketemu.

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet





Apa komentar anda tentang Tulisan Harga Tanaman Janda Bolong Sampai Jutaan, Benar atau Bohong? ?

Aktual dan Umum Lainnya
Jhony Indo, Majingklak Pangandaran dan Kisah Bapak
Minggu, 26 Januari 2020 15:12 WIB
Jhony Indo, Majingklak Pangandaran dan Kisah Bapak
Nama Jhony Indo sudah tidak asing di telinga saya, bukan karena sering mendengar di televisi, tetapi waktu kecil memang saya sering mendengar cerita pelariannya dari Almarhum Bapak. Katanya saat Jhony Indo kabur dari Nusakambangan, ia bersembunyi di Majingklak, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran. Benarkah?
Selamat Tinggal BlackBerry Messenger, Selamat Datang BBMe
Jum'at, 19 April 2019 07:59 WIB
Selamat Tinggal BlackBerry Messenger, Selamat Datang BBMe
Pernah menjadi raja messenger di jamannya, akhirnya BlackBerry Messenger mengumumkan untuk undur diri dari jagad maya mulai 31 mei mendatang. Lalu benarkah BBM benar-benar menghilang? atau hanya sekedar berganti nama?
Benarkah Sensor Internet Seharga 211M Terlalu Mahal dan Sia-Sia?
Kamis, 09 Agustus 2018 06:20 WIB
Benarkah Sensor Internet Seharga 211M Terlalu Mahal dan Sia-Sia?
Tulisan ini saya buat karena cukup geli dengan komentar beberapa netizen yang menganggap bahwa kenapa harus ada sensor internet, terlalu mahal itu, lebih baik untuk subsidi masyarakat dalam membeli pulsa dan kuota internet, ngapain sensor-sensor kan bisa di baypass menggunakan proxy atau VPN?
Tweet MenKominfo: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?
Jum'at, 31 Januari 2014 06:58 WIB
Tweet MenKominfo: Kalau Internetnya Cepat Mau Dipakai buat Apa?
Baik, sebelum lebih jauh melihat judul yang ada terlebih dahulu saya bercerita sedikit tentang kecepatan internet. Jangan lihat statistik dulu karena pasti anda juga bisa menebak kita termasuk negara dengan tingkat kecepatan akses internet yang cukup lambat.
Palestina Tidak Butuh Bantuan Milisi, Lalu Apa?
Selasa, 06 Januari 2009 06:07 WIB
Palestina Tidak Butuh Bantuan Milisi, Lalu Apa?
Sudah lebih sepekan Israel Terus Menggempur Palestina, Korbanpun Berjatuhan, Berbagai unjuk rasa terjadi serentak hampir diseluruh dunia, tidak terkecuali di Negara Israel itu Sendiri,banyak masyarakat indonesia yang berniat untuk menjadi milisi dengan kata lain mereka siap untuk berjihad fisabilillah. Luar biasa. Tetapi ternyata setelah membaca wawancara dengan Dubes Palestina Untuk Indonesia yaitu Fariz Mehdawi saya baru paham apa yang sebenarnya dibutuhkan palestina
Butuh Orang Kreatif di Dunia Teknologi Informasi
Kamis, 29 Mei 2008 10:05 WIB
Butuh Orang Kreatif di Dunia Teknologi Informasi
Indonesia tidak diragukan lagi menjadi salah satu negara yang tumbuh pesat pertumbuhan teknologi informasi, rekayasa perangkat lunak mulai dari sistem operasi hingga aplikasi pendukungnyapun mulai tumbuh. Kita sering mendengar banyaknya distro linux hasil kembangan anak-anak indonesia, bahkan tidak sedikit dari putra bangsa mulai menunjukan giginya (unjuk gigi) di kancah internasional tentang kemajuan bidang ristek khusunya Teknologi Informasi.