Linux dan Server
Mengurangi Email Spam Dengan Bantuan DSBL di Postfix MailServer

Mengurangi Email Spam Dengan Bantuan DSBL di Postfix MailServer

Minggu, 01 November 2009 20:30 WIB | 16.662 Views | Comments 2009-11-01 20:30:28

Masalah spam adalah masalah yang sangat klasik dan terus menghantui para pengguna email di jagad internet apalagi bagi seorang admin mail server atau pengusaha hosting, sudah dipastikan banyak sekali complaint dan cercaan dari pengguna email dan bisa jadi kita mencerca diri sendiri akibat banyaknya spam yang masuk ke inbox kita, banyak sekali metode yang digunakan untuk melawan spam ini, ada yang menggunakan jasa perusahaan antispam seperti norton ada juga yang menginstall antispam dimail servernya sendiri menggunakan ClamAv atapun SpamAssasin, kali ini saya coba berbagi sedikit bagaimana memanfaatkan situs DSBL untuk membantu melawan spam, hasilnya tidak 100 persen bersih, tapi sejauh ini saya cukup puas dengan kerja DSBL.

DSBL sendiri merupakan sebuah situs-situs yang mendaftar mail server yang terpasang sebagai openrelay ataupun openproxy, jadi hati-hati jika mailserver anda satu mesin dengan openrelay dan proxy kemungkinan besar akan terindex oleh DSBL, akibatnya anda tidak dapat mengirimkan email ke user dimana terpasang antispam dari DSBL. Kali ini kita akan coba pasang di mailserver yang menggunakan Postfix.

Pertama-tama buka terlebih dahulu file konfirgurasi postfix yang kita miliki dengan menggunakan vim editor dengan user root atapun pada posisi superuser:

adilinux# vim /etc/posfix/main.cf

kemudian pada akhir baris kita tambahkan beberapa konfigurasi dibawah ini :

smtpd_recipient_restrictions =
    permit_mynetworks,
    permit_sasl_authenticated,
    reject_unauth_destination,
    reject_invalid_hostname,
    reject_unauth_pipelining,
    reject_non_fqdn_sender,
    reject_unknown_sender_domain,
    reject_non_fqdn_recipient,
    reject_unknown_recipient_domain,
    reject_rbl_client blackholes.easynet.nl,
    reject_rbl_client proxies.blackholes.wirehub.net,
    reject_rbl_client bl.spamcop.net,
    reject_rbl_client sbl.spamhaus.org,
    reject_rbl_client dnsbl.njabl.org,
    reject_rbl_client list.dsbl.org,
    reject_rbl_client multihop.dsbl.org,
    permit


Setelah itu kita simpan file konfigurasi kita dan restart posfix kita.

adilinux# /etc/init.d/postfix restart


Kemudian perhatikan log email anda

adilinux# tail -f /var/log/mail.log

Bagaimana perubahannya? oh iya saya gunakan postfix dan debian sebagai server dan pastikan akses ke beberapa situs diatas yang terdaftar harus terbuka supaya mail server bisa melakukan pengecekan. Kelemahan dari cara ini adalah mail server butuh selalu terkoneksi dengan situs DSBL untuk update terbaru dan bahkan setiap ada email masuk harus melakukan pengecekan apakah terdaftar sebagai blacklist atapu tidak. Selamat mencoba

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet






Linux dan Server Lainnya
Internet Sharing Sederhana dengan Debian dan IPTables
Senin, 29 Oktober 2007 06:43 WIB
Internet Sharing Sederhana dengan Debian dan IPTables
Biasanya orang terkadang bingung untuk memilih distro yang akan digunakan untuk Linux Router Box atau gateway untuk menyambungkan sebuah jaringan lokal kedalam sebuah jaringan internet, saya biasanya mencoba apapun dengan debian dan ternyata memang lebih mudah hanya saja harus terbiasa menggunakan command line interface untuk lebih handal hasilnya, kali ini kita akan membahas bagaimana membuat linux debian menjadi router internet yang sederhana, kenapa dikatakan sederhana karena hanya me-routing saja belum menggunakan proxy server.
Debian untuk Server
Kamis, 24 Mei 2007 07:08 WIB
Debian untuk Server
Seperti yang telah dikemukakan dalam sekilas tentang debian. Debian memang sangat cocok untuk diimplementasikan sebagai server. Hal inilah yang menjadi landasan oleh para pengguna debian karena mereka merasa nyaman dengan menggunakan debian ini.
Sekilas Debian GNU Linux
Sabtu, 19 Mei 2007 18:25 WIB
Sekilas Debian GNU Linux
Debian merupakan salah satu distribusi linux yang besar yang eksis saat ini. Hal ini terjadi karena debian tidak menjadi sebuah distribusi linux yang komersial tetapi terus menjadi sebuah distro yang dikembangkan oleh komunitas dan organisasi non komersial yaitu volunteers. Tidak ada perusahaan yang mengambil banyak untung dari distribusi ini, bahkan debian bisa didownload secara gratis dari Website resmi debian maupun mirror yang terletak di berbagai negara termasuk indonesia