Tentang Pangandaran
2020 Dibangun Sentra UMKM di Pangandaran, Efektifkah?

2020 Dibangun Sentra UMKM di Pangandaran, Efektifkah?

Oleh | Kamis, 22 April 2021 10:23 WIB | 497 Views | Comments 2021-04-22 10:23:20

Ah Ang Adi mah suka pesimis duluan begitu, tunggu aja dulu atuh sampai bener-bener dibangun. Engga kok, saya engga pesimis dengan efektifitas Sentra UMKM yang akan dibangun, justru saya mengapresiasi. Namun memang benar-benar harus serius saat menjalannya nanti.

Saya melihat dibanyak kota, Sentra UMKM banyak yang terbengkalai, hal ini banyak sebabnya, mulai dari kunjungan yang kecil, tidak adanya dana operasional tahunan, hingga kurangnya promosi dan sinergi dengan stakeholder. Semoga tidak terjadi di Pangandaran.

Lalu apa langkah yang harus dilakukan untuk membantu UKM dengan Sentra UMKM ini?

  1. Pastikan sentra UMKM ini tidak tebang pilih, upgrade produk umkm di Pangandaran supaya layak terpajang di sentra. Jauhkan dari urusan politik, temennya ini, saudaranya ini itu saja yang bisa terpajang disana.
     
  2. Lakukan promosi dan sinergi. Promosi offline dan online harus dilakukan, wajib. Selain itu harus kerjasama dengan banyak operator wisata supaya "membawa" rombongannya berbelanja di sentra, tentu harus ada pembeda kenapa harus ke sentra. Operator wisata akan fair-fairan saja menurut saya, bila menguntungkan maka akan bawa rombongannya kesana. Jangan lupa untuk sering-sering endorsment ke setiap "artis" yang datang ke Pangandaran.
     
  3. Buatkan Sistem Digitalnya, sistem ini baik untuk pengelolaan internal sentra dan juga Katalog Onlinenya (semacam marketplace khusus produk-produk UMKM Pangandaran). Sistem internal akan membantu operasional sentra sedangkan sistem externalnya akan membantu membuka pasar online. Jadi barang bisa dibeli di sentra, di online juga bisa.
     
  4. Pelajari terus karakteristik pengunjung, data ini harus ada, baik yang berkunjung ke Pangandaran ataupun yang datang ke sentra, harus sering-sering di analisis. Bisa jadi ternyata behavior orang datang ke Kampung Turis bukan untuk belanja, memang untuk makan. Pengunjung justru lebih suka belanja sebelum mereka pulang. Ini harus diperhatikan juga.
     
  5. Semua merasa memiliki, ini harus dimulai dari semua pejabat, jika menerima tamu atau kunjungan, sampaikan bahwa kita punya Sentra, minta berbelanjalah disana. Ajak teman-teman, relasi untuk terus berbelanja produk UMKM disana.
     
  6. Sering adalah penampingan dan pelatihan ke UMKM mitra, ini penting, mitra UMKM harus terus diupgrade, semua aspek. Secara berkala, jika tempatnya memungkinkan, bisa dilakukan di Sentra.
     
  7. Evaluasi berkala, ini terpenting, dan harus terus dilakukan. Jangan sampai tidak efektif tapi tidak ada perbaikan. Experience pengunjung, kendala mitra UMKM, kendala operasional semuanya harus terus dievaluasi.
Saya mendengar, diperiode kedua ini, Bupati Pangandaran akan fokus ke pemberdayaan UMKM, dalam hati kecil saya masih berharap semoga dari Pangandaran banyak bermunculan Startup berbasis teknologi juga selain dari agro, perikanan dan wisata.

Terima kasih sudah membaca, diskusi boleh, demi Pangandaran Juara.

Foto dari website Humas Kab. Pangandaran 
(humas.pangandarankab.go.id)

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet





Apa komentar anda tentang Tulisan 2020 Dibangun Sentra UMKM di Pangandaran, Efektifkah??

Tentang Pangandaran Lainnya
Gudang untuk UMKM Pangandaran
Rabu, 08 Juli 2020 03:47 WIB
Gudang untuk UMKM Pangandaran
​Disadari atau tidak, UMKM dan koperasi adalah sektor yang sanggup bertahan di beberapa krisis terakhir, anggaplah pada tahun 1998, saat pasar saham dan bisnis makro tumbang. Bisnis retail semacam UMKM dan koperasi menjadi penyelamat. Baik sudah cukup sepertinya prolognya, intinya UMKM ini harus terus dibantu. Khususon untuk tanah kelahiranku tercinta, Pangandaran.
Menanti Pangandaran Command Center
Minggu, 09 Juni 2019 14:47 WIB
Menanti Pangandaran Command Center
Beberapa waktu yang lalu ada sebuah paket lelang yang akan digelar tahun ini khusus untuk penguatan dukungan teknologi di Pangandaran, yaitu Command Center. Sebagian orang menganggap bahwa Comannd Center (saya singkat CC) adalah teknologi paling wow yang ada saat ini, bagian yang tak terpisahkan dari sistem Smart City
Pariwisata Pangandaran, Antara Kebutuhan dan Mimpi
Selasa, 05 Februari 2019 21:45 WIB
Pariwisata Pangandaran, Antara Kebutuhan dan Mimpi
Suatu hari saya mengikuti meeting dengan Pa Haryadi, ketua PHRI Pusat, saya mewakili salah satu perusahaan di Jakarta, maklum, jadi orang IT kadang berganti-ganti baju sesuai dengan pekerjaan. Saat itu, hampir seluruh hotel yang datang saat itu mengeluhkan penurunan tingkat hunian hotelnya, tidak hanya hotel independent, hotel chain juga merasakan hal yang sama.
Semakin Mendunia Pariwisata Pangandaran, Semakin Hebat Tantangannya
Kamis, 29 November 2018 15:05 WIB
Semakin Mendunia Pariwisata Pangandaran, Semakin Hebat Tantangannya
Kolaborasi apik dari Pa AY, Kang Emil, Bu Susi dan Pa Jeje menurut saya impactnya bakal sangat terasa untuk pariwisata Pangandaran, atau setidaknya kolaborasi Kang Emil dan Pa Jeje, karena belum tentu Pa AY dan Bu Susi masih jadi mentri tahun-tahun mendatang. Kolaborasi ini tentu akan mewujudkan mimpi Pangandaran menjadi pariwisata berkelas dunia.
Ayolah Kawan, Sekali-Kali Keluarlah Dari Kotak Pariwisata
Minggu, 04 Februari 2018 02:17 WIB
Ayolah Kawan, Sekali-Kali Keluarlah Dari Kotak Pariwisata
Pangandaran adalah kabupaten baru yang memfokuskan diri pada pariwisata, bahkan misi utama dari Kabupaten yang dipimpin oleh Jeje Wiratadina ini adalah menjadi kabupaten pariwisata berkelas dunia, maka jangan salah bila keseluruhan aktifitasnya akan berbau pariwisata. Apakah termasuk generasi penerusnya?
Website Pangandaran Actual Disaster Information, Jadi Solusikah Perangi Hoax?
Rabu, 03 Januari 2018 07:52 WIB
Website Pangandaran Actual Disaster Information, Jadi Solusikah Perangi Hoax?
Pemerintah Kabupaten Pangandaran bergerak cepat pasca beberapa kali hoax tersebar khususnya yang berhubungan dengan informasi bencana dengan menghadirkan website Pangandaran Actual Disaster Information atau disebuat PADI, lalu apakah langkah ini akan mengurangi hoax dan membuat wisatawan tidak takut ke Pangandaran?