Tentang Pangandaran
Gempa dan Tsunami di Pangandaran, Rumahku

Gempa dan Tsunami di Pangandaran, Rumahku

Oleh | Minggu, 08 April 2007 23:33 WIB | 11.014 Views | Comments 2007-04-08 23:33:10

Hingga pukul 9.17 malam ini, gak ada satu keluarga ku yang dapat dikontak, aku mencoba menenangkan hatiku, karena membaca dari detik, katanya pengungsi berkumpul di di Pelataran Mesjid Agung Pangandaran yang jaraknya sekitar 500 meteran.

Ma'af sambil terima telelephone dari teman-teman yang mencemaskan keadaan keluargaku.

Alhamdulillah tepat pukul 9.22 taryan (Rekan seperjuangan di kantor) sudah bisa mengontak temannya lewat telkomsel. Saat ini sebagian besar warga pangandaran mengungsi kedaerah pegunungan di sebelah utara pangandaran tepatnya di Purbahayu. Tenang rasanya diri ini walaupun telepon rumahku, bibi, teteh semuanya belum ada yang bisa dikontak, sudah 12 nomor telepon hp temen-temenku yang belum bisa dikontak.

Pangandaran

Pangandaran merupakan daerah pesisir pantai yang sangat landai, memang aku belum sempat ngitung berapa meter dari permukaaan laut, yang pasti selama 19 taun hidup dipantai, rasanya baru kali ini mendengar kabar gempa yang besar, namun karena di sedang dibandung jadi Alhamdulillah tidak mengalami kepanikan. Hanya terbayang kepanikan mamah sama bapa yang harus menggendong Iman adikku dan Simbah yang sudah susah berjalan, Huwallohu alam, bagaimana nasib simbah ?

Balik lagi kemasalah diatas, setelah dapat informasi dari teman, air tidak sampai 1 km, hanya mungkin sekitar 400 meteran dari pantai, ini terbukti daerah banyu asin, belakang villa kuda, pasar ikan, terendam untuk beberapa saat. Saat ini temenku berada di purbahayu ( pegunungan ) karena sebagian besar warga pangandaran mengungsi keatas takut tsunami setelah 3 kali gempa besar disore hari tadi.

Nasib Roda Mie Ayam ?

Saya pernah menulis di profil, bahwa aku dulu suka jualan mie ayam di pantai beserta minuman, tepatnya di depat villa kuda ( Rumah mewah berlambang kuda pinggir pantai ). Kini, aku gak tau nasib roda mie ayamku kemana? jikalau benar ombak setinggi itu kemungkinan roda sudah terbawa hanyut beserta 16 krat minuman bersoda. Berdoa dan serahkan sama Allah Saja...

Satu RT di kampungku memang hampir semuanya berjualan di tepi pantai. Semoga saat gempa datang, tidak ada seorangpun warga RTku yang sedang jualan, karena mereka jualan didepan hotel pangandaran, aquarium dan hotel-hotel yang diberitakan hancur.

Hotel rusak.

Sejumlah hotel dikabarkan hancur, hanya saja tidak sampai 100%, seperti hotel Pangandaran, Hotel Aquarium ( Temen-temenku banyak yang kerja disana ), Nyiur indah.

Foto terakhir.

Foto ini aku ambil 2 minggu yang lalu saat pulang ke Pangadaran bersama Adiku, yang sedang jualan mie ayam itu tetanggaku, hanya beda 1 rumah dari rumahku. Lokasi terparah menurut berita adalah dilokasi ini, jadi Huwallohualam apakah tempat ini masih terlihat seperti ini atau tidak

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet






Tentang Pangandaran Lainnya