Tentang Pangandaran
Website Pangandaran Actual Disaster Information, Jadi Solusikah Perangi Hoax?

Website Pangandaran Actual Disaster Information, Jadi Solusikah Perangi Hoax?

Oleh | Rabu, 03 Januari 2018 07:52 WIB | 663 Views | Comments 2018-01-03 07:52:58

Pemerintah Kabupaten Pangandaran bergerak cepat pasca beberapa kali hoax tersebar khususnya yang berhubungan dengan informasi bencana dengan menghadirkan website  Pangandaran Actual Disaster Information atau disebuat PADI, lalu apakah langkah ini akan mengurangi hoax dan membuat wisatawan tidak takut ke Pangandaran?

Informasi yang akurat tentang kebencanaan memang diperlukan, dan saya pribadi mengapresiasi hadirnya website yang beralamat di https://padi.pangandarankab.go.id dan saya berharap semoga website ini terus terupdate dengan baik dan menginformasikan secara aktual berbagai informasi bencana. Pertanyaannya apakah ini salah satu jurus ampuh melawan HOAX?

Menurut saya, penyebaran HOAX adalah satu penyakit yang sedang melanda masyarakat Indonesia khususnya, berbagai motivasi dan alasan tentunya, ada yang ingin terlihat keren karena terlihat update atau maksud lain, bahkan orang baikpun terkadang jadi korban penyebaran HOAX. Oleh karenanya, banyak upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah kabupaten Pangandaran dan seluruh stakeholder serta pelaku pariwisata khususnya karena pariwisata-lah yang paling merasakan dampak negatif dari penyebaran hoax.

Memaksimalkan Peran Kehumasan
Pusdalops-PB memang yang paling bertanggung jawab terhadap informasi bencana, namun yang terpenting lagi menurut saya adalah peran kehumasan yang harus dominan, mengingat masyarakat tidak bisa dipaksa untuk membuka sendiri website PADI, masyarakat butuh informasi yang aktif yang dapat mereka lihat, dengar dan juga baca. Selain itu, bahasa kehumasan biasa lebih mudah dipahami dan dicerna oleh masyarakat umum. 

Beberapa waktu yang lalu, saya secara pribadi sangat menyayangkan bahasa yang digunakan oleh Pa Bupati saat dihubungi oleh Detik.com (baca beritanya disini). Dalam sambungan ponsel Pa Bupati menyampaikan "Saya kebetulan di Jakarta, sedang ada rekarnas partai. Tapi saya sudah mendapat laporan kalau warga Pangandaran yang berada di sepanjang pesisir pantai semua menyelamatkan diri ke tempat tinggi," ujar Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/12/2017). Seperti tidak ada yang salah dengan ucapan bupati, tapi untuk warga awam pernyataan bupati seperti memberi kesan bahwa Pangandaran sangat menakutkan sehingga "semua menyelamatkan diri", padahal realitanya tidak semua warga mengungsi, bahkan wisatawanpun banyak yang masih berdiam di hotel. Informasi yang seperti ini sudah seharusnya ada bahasa yang lebih tepat untuk menggambarkan segala sesuatunya termasuk kemungkinan menimbulkan efek buruk setelah informasi tersebar.

Informasi yang telah diolah Humas selanjutnya disampaikan dalam release yang cepat melalui banyak media, media Internet, Media Cetak (Koran Pagi) dan kalau perlu televisi, Humaslah yang akan menyaring semua informasi sebelum keluar. Jika ada HOAX yang mulai menyebar, Humas berperan aktif menghubungi media bersangkutan bila mungkin dilakukan, bila informasi menyebar melalui media sosial, humas segera bergerak membuat pernyataan dimedia yang sama, kemudian ajax media-media untuk ikut mengcounter informasi hoax yang telah tersebar dengan cepat, kalau perlu dorong menggunakan iklan. Kalau menurut saya begitu.

Peran kehumasan saya sendiri kurang tau dengan tepat ada disiapa, apakah ada di Sekretariat Daerah, Pusdalops atau Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) yang akan dibentuk nantinya. Pemerintah daerah dalam hal ini lebih paham.

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet






Tentang Pangandaran Lainnya
Pangandaran, Kabupaten Belia yang Sedang Marajut Mimpi
Rabu, 25 Oktober 2017 02:24 WIB
Pangandaran, Kabupaten Belia yang Sedang Marajut Mimpi
​Waktu 5 tahun bisa kita pandang dari dua sisi yang berbeda. Bila diibaratkan 5 tahun untuk usia seorang insan, 5 tahun adalah masa anak-anak yang belum mempunyai banyak daya, maka seringlah kita sebut sebagai balita, didunia belum lama, hanya lima tahun. Pun begitu dengan Kabupaten Pangandaran yang saat ini tengah berulang tahun yang kelima kalinya.
Mana Pangandaran Bisa Maju, Kalau Semua Ingin Jadi PNS
Senin, 25 Juni 2012 07:29 WIB
Mana Pangandaran Bisa Maju, Kalau Semua Ingin Jadi PNS
Boleh dibilang myPangandaran, situs yang adi miliki itu memberitakan Pemekaran Pangandaran cukup intens, Saya mencatat ada puluhan bahkan ratusan berita yang berhubungan dengan pemekaran oleh sebab itu banyak yang bertanya ke saya tentang pemekaran, lalu saya tanya balik.
Memimpikan Masa Depan Pangandaran
Selasa, 12 Agustus 2008 05:29 WIB
Memimpikan Masa Depan Pangandaran
Siapa yang gak suka kalau tempat kelahirannya menjadi tempat yang diimpi-impikan banyak orang? Siapa juga orang yang tidak suka ketika mendengar tempat kelahirannya menjadi daerah yang maju sangat pesat. Itulah yang terjadi pada warga Pangandaran tak terkecuali diriku ini. Saya memimpikan Pangandaran menjadi andalan wisata bukan hanya oleh warga Ciamis melainkan oleh masyarakat Indonesia.
Mempertanyakan Internet di Pangandaran
Minggu, 08 April 2007 23:41 WIB
Mempertanyakan Internet di Pangandaran
Bagi anda semua yang tinggal di daerah perkotaan seperti Jakarta, Bandung, Surabaya mungkin sangat mudah untuk mencari koneksi internet baik itu dari warnet atau kantor-kantor yang memanfaatkan beberapa ISP untuk memberikan line internet dikantornya, begitu pula dengan bali sebuah daerah yang dikenal dengan pariwisatanya sudah tersedia infrasturktur intenet bahkan acara besar APRICOT pun akan digelar disana, lalu bagaimana dengan Internet di Pangandaran, apakah sudah maju? atau bagaimana ? baca selengkapnya.
Gempa dan Tsunami di Pangandaran, Rumahku
Minggu, 08 April 2007 23:33 WIB
Gempa dan Tsunami di Pangandaran, Rumahku
Tepat selesai ujian Bahasa Inggris di kantor ( Bandung ) aku mendapat pesan lewat Yahoo dari Adik tercintaku di kostan, katanya Pangandaran di terjang Gempa dan Tsunami. Rasanya diri lemes seketika, namun kucoba mencari tau apa yang sebenernya terjadi. Kabar yang belum jelas pun terus dimunculkan di media, ada yang bilang air naik hingga ke jarak 1 kilometer, ini berarti rumahku kena karena jarak rumahku gak lebih dari itu..Aku coba terus kontak dan alhasil belum bisa dikontak semuanya dari pukul 17.00..