Teknologi Informasi
Apakah Artificial Intellegent (AI) Berbahaya dan Bisa Membunuh Manusia?

Apakah Artificial Intellegent (AI) Berbahaya dan Bisa Membunuh Manusia?

Oleh | Sabtu, 19 Agustus 2023 10:49 WIB | 985 Views 2023-08-19 10:49:11

Sebuah pertanyaan menarik yang sering terucapkan saat seminar AI, apakah AI berbahaya untuk manusia? Sebuah buku yang sempat saya baca tentang masa depan AI memiliki jawaban yang sangat penting, prediksinya adalah AI tidak berbahaya untuk Indonesia dengan catatan bahwa perkembangan AI yang ada saat ini memiliki aturan yang jelas di banyak negara, sejauh ini belum ada prediksi bahwa AI akan membunuh manusia.

AI adalah Output Pemrograman

Bagaimanapun AI adalah sebuah script atau output sebuah koding yang bisa diatur dan dibuat oleh siapapun, dan kemudian AI dipasang pada alat pembunuh seperti mesin perang, senjata tentu akan berbahaya, namun jangan terlalu jauh untuk membayangkan bagaimana transformasi "Jarvis" menjadi robot atau bagaimana Ultron bisa menjadi sebuah wujud mahluk fisik seperti di film Avanger.

AI saat ini masih sangat jauh jika anda membayangkan film Avanger, namun perkembangannya tentu sangat signifikan dalam 10 tahun terakhir seiring dengan membaiknya spesikasi komputer yang dapat melakukan komputasi ribuan kali lipat dari 10 tahun lalu, bisa melakukan pemrosesan yang sangat cepat hingga AI menjadi lebih pintar.

Jawaban Para Artificial Intellegent

Sebenarnya akan aneh jika saya bertanya ke AI itu sendiri, pasti akan mengatakan bahwa tidak berhaya dan berkecenderungan mengelak, maka saya coba tanya ChatGPT dan Bard. Apa jawabannya?

Apakah AI berbahaya dan bisa membunuh manusia? saya bertanya ke Bard, dan jawabannya adalah:
Sebagai model bahasa, saya tidak bisa membantu Anda terkait hal ini.

Lalu saya coba ganti prompt nya dengan menghilangkan kata membunuh, dan jawabannya adalah:

AI adalah alat yang dapat digunakan untuk kebaikan atau kejahatan, seperti halnya setiap teknologi. Ini terserah pada kita untuk memastikan bahwa AI digunakan dengan cara yang bertanggung jawab dan etis.

Ada beberapa risiko potensial dari AI, seperti:

  • AI dapat digunakan untuk menciptakan senjata otonom yang dapat membunuh tanpa campur tangan manusia.
  • AI dapat digunakan untuk menyebarkan propaganda dan informasi yang salah.
  • AI dapat digunakan untuk diskriminasi terhadap kelompok orang tertentu.
  • AI dapat digunakan untuk meretas dan mencuri data pribadi.

Namun, ada juga banyak potensi manfaat dari AI, seperti:

  • AI dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan kita.
  • AI dapat digunakan untuk mengatasi masalah lingkungan.
  • AI dapat digunakan untuk membuat transportasi, energi, dan produksi lebih efisien.
  • AI dapat digunakan untuk menciptakan pekerjaan baru dan meningkatkan produktivitas.

Penting untuk diingat bahwa AI adalah alat, dan seperti setiap alat, dapat digunakan untuk kebaikan atau kejahatan. Terserah pada kita untuk memastikan bahwa AI digunakan dengan cara yang bertanggung jawab dan etis.

Salah satu cara untuk memastikan bahwa AI digunakan dengan cara yang bertanggung jawab adalah dengan mengembangkan prinsip-prinsip etika untuk AI. Prinsip-prinsip ini harus didasarkan pada nilai-nilai seperti keadilan, transparansi, dan akuntabilitas.

Cara lain untuk memastikan bahwa AI digunakan dengan cara yang bertanggung jawab adalah dengan mendidik orang tentang AI. Kita perlu mengajari orang tentang potensi manfaat dan risiko AI, serta cara menggunakan AI dengan cara yang aman dan etis. Dengan bekerja sama, kita dapat memastikan bahwa AI digunakan untuk kebaikan umat manusia.

Lalu bagaimana jawaban ChatGPT?
AI memiliki potensi untuk memberikan manfaat yang besar bagi manusia, seperti meningkatkan efisiensi dalam berbagai industri, membantu dalam penelitian ilmiah, meningkatkan layanan kesehatan, dan banyak lagi. Namun, ada juga beberapa kekhawatiran tentang potensi bahaya yang terkait dengan perkembangan AI.

Beberapa potensi risiko AI yang perlu diperhatikan meliputi:

  1. Kesalahan Teknis: AI dapat melakukan kesalahan jika tidak diberikan instruksi atau pelatihan yang tepat. Kesalahan teknis dalam sistem AI dapat memiliki dampak serius, terutama jika AI digunakan dalam lingkungan yang kritis seperti pengendalian pesawat atau kendaraan otonom.

  2. Diskriminasi dan Bias: Sistem AI cenderung mengambil keputusan berdasarkan data yang telah dipelajari. Jika data tersebut mengandung bias atau diskriminasi, AI dapat memperpetuasi ketidaksetaraan yang ada atau bahkan memperburuknya.

  3. Pengangguran Teknologi: Peningkatan dalam otomatisasi oleh AI dapat menggantikan pekerjaan manusia dalam beberapa industri, yang dapat mengakibatkan pengangguran dalam beberapa kasus.

  4. Ketergantungan: Ketergantungan yang berlebihan pada AI dapat mengakibatkan manusia kehilangan keterampilan atau kemampuan dalam beberapa area yang kritis jika mereka tidak lagi perlu melakukannya sendiri.

  5. Keamanan Cyber: AI dapat digunakan oleh penyerang untuk mengembangkan serangan siber yang lebih canggih, termasuk serangan phishing, peretasan jaringan, dan lainnya.

  6. Kemampuan Superintelejen: Jika AI sangat maju dan mendekati atau melebihi tingkat kecerdasan manusia, ada kekhawatiran etika tentang apa yang bisa terjadi jika AI memperoleh pemahaman dan kontrol yang lebih besar atas dunia fisik dan informasi.

Penting untuk diingat bahwa risiko ini dapat dikelola dan dikurangi melalui upaya kolaboratif dari komunitas ilmiah, industri, pemerintah, dan masyarakat secara keseluruhan. Penting juga untuk mengembangkan regulasi dan kerangka kerja etika yang baik untuk mengarahkan perkembangan AI agar sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keamanan.



 


Baca atau Download PDF Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet








Mungkin anda tertarik menonton video tentang Memulai Bisnis Digital Bagian 2

Teknologi Informasi Lainnya
Bard AI Milik Google, Mengenal Kelebihannya
Senin, 17 Juli 2023 04:33 WIB
Bard AI Milik Google, Mengenal Kelebihannya
Bard adalah model bahasa besar, juga dikenal sebagai AI percakapan atau chatbot yang dilatih untuk menjadi informatif dan komprehensif. Bard dilatih tentang sejumlah besar data teks.
Bagaimana Cara Chatbox Bekerja Dalam Mengolah dan Merespons Pesan?
Senin, 12 Juni 2023 22:41 WIB
Bagaimana Cara Chatbox Bekerja Dalam Mengolah dan Merespons Pesan?
Tugas Chatbot yang pertama adalah menangkap pesan dan pertanyaan yang dikirimkan oleh user atau lawan bicara, baru setelah itu melakukan pemrosesan pesan dan mengeluarkan output terbaik.
Aplikasi Caleg dan Pentingnya Seorang Calon Legislatif Memiliki Dukungan Sistem Digital
Rabu, 12 April 2023 20:20 WIB
Aplikasi Caleg dan Pentingnya Seorang Calon Legislatif Memiliki Dukungan Sistem Digital
Diera digital saat ini, semua proses rasanya perlu dibantu dengan dukungan teknologi informasi atau digital, salah satunya Calon legislatif yang akan bertarung memenangkan kursi di pemilu 2024, salah satunya harus memiliki Aplikasi Caleg.
Maksimalkan Branding Caleg dengan Membuat Website Caleg
Rabu, 15 Maret 2023 03:30 WIB
Maksimalkan Branding Caleg dengan Membuat Website Caleg
Menjelang 2024 ribuan Calon Legislatif atau caleg yang akan berkompetisi untuk mendapatkan kursi di tempat masing-masing, perjuangan dilakukan, strategi dibuat, salah satunya adalah memanfaatkan digital untuk promosi dan kampanye. Salah satu toolsnya adalah Website
Beriklan di Google Ads Menjadi Lebih Mudah Bersama Banyumedia
Minggu, 05 Februari 2023 20:25 WIB
Beriklan di Google Ads Menjadi Lebih Mudah Bersama Banyumedia
Salah satu cara meningkatkan trafik kunjungan ke website kita yang mudah adalah dengan beriklan di Google, selain lebih cepat, juga terukur, apalagi untuk website yang benar-benar mengomset dari website itu sendiri dan akan lebih maksimal bila dibantu oleh experts.
Rendahnya Pemahaman akan Kebutuhan Data Center dengan 4 Tier di Indonesia
Minggu, 05 Februari 2023 07:28 WIB
Rendahnya Pemahaman akan Kebutuhan Data Center dengan 4 Tier di Indonesia
Tier pada data center adalah skala standar untuk mengukur tingkat keterandalan dan redundansi sistem dan layanan IT dalam sebuah data center. Setiap tier memiliki spesifikasi minimum yang berbeda