Startup Indonesia
Melihat Dunia Bisnis Bank Data dan Interkoneksi Data

Melihat Dunia Bisnis Bank Data dan Interkoneksi Data

Oleh | Kamis, 03 Juni 2021 07:27 WIB | 451 Views 2021-06-03 07:27:08

Bisnis ini di Indonesia masih sangat jarang, saya juga berfikir kenapa, padahal potensinya sangat besar sekali, mungkin modalnya juga cukup besar, walaupun tidak terlihat. Tidak terlihat karena memang di backend, mereka punya data besar sekali, tapi tidak dijual satuan. Apa saja coba? mungkin ada teman-teman yang belum tau.

Hotel Bed Bank
Di Dunia tidak banyak yang bermain ini, salah satunya adalah kalau tidak salah ada Xpedia dan Sabre. Bisnis ini luar biasa, mereka punya inventory ribuan hotel atau mungkin jutaan room siap jual, jika tidak salah, Traveloka awal-awal ini membeli dulu, ketika sudah mulai membesar baru mulai canvas ke hotel-hotel secara langsung. Sebenarnya di Indonesia ada MG Bed Bank, tapi kabarnya memang sedang tidak bagus dan cenderung tenggelam.

Flight Data
Di Dunia lagi-lagi Sabre kalau tidak salah yang memegang kendali, sedikit sekali yang bermain disini, bisa jadi justru yang memegang kendali pricing di Flight adalah model perusahaan seperti ini, bukan maskapainya. Bayangkan, mereka punya banyak sekali data dan inventori penerbangan, siap di integrasikan dengan ribuan hingga jutaan platform, agency dan yang lainnya. Di Indonesia kalau tidak dulu ada, saya lupa namanya, belum ramai-ramai OTA.

Channel Manager
Teknologi ini dikuasai oleh India dan Australia, fungsi utamanya adalah menghubungan antara Hotel dengan Online Travel Agent. Hotel tidak susah payah atur Availibility, Rate dan Inventory (ARI) untuk puluhan atau banyak OTA, meminimalisir double booking juga. Ini bisnis di Indonesia belum ada, kalaupun ada biasanya perwakilan. India dan Australia menguasai bisnis ini semisal Siteminder (Australia), Rategain (Indonesia), Ezee (India) ada juga Book and Link (Katanya German/Filiphina/Indonesia) tapi ketika saya komunikasi dengan programmernya, lagi-lagi dari negerinya Sharul Khan dan Tuan Takur.

Travel Inventory
Di Dunia lagi-lagi dikuasai Sabre, nah di Indonesia saya belum tau banyak, mungkin TiketTux memegang kendali ini, saya berfikir karena TiketTux adalah pioner, bisa jadi TiketTux yang menyuplai data inventory ini ke Traveloka dan teman-temannya. Redbus ada juga, tapi saya tidak tau juga apakah Redbus menjualnya kembali atau tidak secara B2B.
Di Indonesia, belum banyak yang bermain di ranah integrasi dan data bank. Saya masih meyakini bahwa yang melakukan integrasi antar bank seperti Link, Garuda adalah perusahaan luar, memang ada SDM kita didalamnya, tapi yang memegang corenya perusahaan luar.

Tidak gampang memang memulai pekerjaan jenis ini, karena mungkin besar juga modalnya. Dan, bisnis ini jarang orang yang melihatnya, padahal potensial. Saya melihat seperti RajaOngkir (penyedia data ongkos kurir) tidak banyak, mungkin yang paling leading RajaOngkir, tidak banyak orang tau, tetapi bisnis ini ada.

Mungkinkah Telkom? saya tidak yakin juga, beberapa tahun lalu sempat bekerjasama dengan Telkom, saya pikir telkom memiliki salah satu bisnis yang seperti ini di Tourism, lagi-lagi penyedianya dari Australia (V3 Leasure).

Ada lagi gak contoh-contoh perusahaan yang berjalan di belakang (backend), tetapi sebenarnya bisnis mereka menggurita?

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet





Apa komentar anda tentang Tulisan Melihat Dunia Bisnis Bank Data dan Interkoneksi Data?

Startup Indonesia Lainnya
7 Sebab Minimnya Startup Berbasis Teknologi di Pangandaran
Rabu, 02 Juni 2021 17:38 WIB
7 Sebab Minimnya Startup Berbasis Teknologi di Pangandaran
Mohon maaf bila judulnya terkesan menafikan yang ada, atau mungkin memang benar adanya. Perusahaan rintisan berbasis teknologi di Pangandaran nyaris tidak terdengar, apakah karena fokus di Pariwisata? padahal tidak sedikit juga perusahaan rintisan berbasis teknologi + pariwisata. Kira-kira kenapa ya sebabnya?
Jor-joran Iklan, Sudah Untungkah Mereka?
Rabu, 03 Maret 2021 19:10 WIB
Jor-joran Iklan, Sudah Untungkah Mereka?
Ada sebuah diskusi menarik dengan seorang teman terkait banyaknya perusahaan rintisan di Indonesia (Startup) yang beriklan dengan dana yang sangat besar, bahkan sebagian blocking time di TV swasta. Diskusinya mengarah pada pikiran yang sama, sudah untungkah mereka?
Rontoknya Startup Indonesia, Mungkinah Terjadi?
Jum'at, 22 Mei 2020 07:28 WIB
Rontoknya Startup Indonesia, Mungkinah Terjadi?
Ini memang bukan predeksi, tanda-tandanya juga sudah ada. Sebelum Covid-19 melanda, saya meyakini bahwa banyak startup kita yang tidak mampu bangkit setelah mereka bakar-bakar uang, ditambah lagi kondisi saat ini yang begitu berat dirasakan hampir oleh setiap lini.
Bakar Uang, Benarkah Setiap Start Up Harus Membakar Uang?
Jum'at, 14 September 2018 14:34 WIB
Bakar Uang, Benarkah Setiap Start Up Harus Membakar Uang?
Istilah bakar uang memang lazim terdengar di dunia perusahaan rintisan (startup), istilah ini diartikan sebagai sebuah kegiatan menghabiskan uang banyak untuk sebuah proses bisnis tertentu, umumnya lebih ditekankan kepada proses pengembangan bisnis seperti marketing dan akuisisi pasar.
Qualitiva, Tempat Buat Kuis dan Test Online, Dapat Uang
Kamis, 31 Mei 2018 18:10 WIB
Qualitiva, Tempat Buat Kuis dan Test Online, Dapat Uang
Saya melihat sekilas namanya merupakan pengembangan dari kata Quality dan berubah menjadi Qulitiva, namun tentu yang tahu benar adalah Founder dan juga timnya. Qualitiva adalah sebuah startup yang memfokuskan diri pada flatform Kuis Online.
Ini Jenis Startup yang Bakal Ramai di Tahun 2018
Senin, 15 Januari 2018 21:01 WIB
Ini Jenis Startup yang Bakal Ramai di Tahun 2018
Dunia Startup Indonesia akhir-akhir ini cukup sering menghiasi pemberitaan berbagai media, tentu dengan kesuksesan beberapa startup yang muncul di tanah air ini yang mampu menyedot perhatian semua seperti Gojek, Traveloka, Bukalapak, Tokopedia dan yang lainnya.