Startup Indonesia
Rontoknya Startup Indonesia, Mungkinah Terjadi?

Rontoknya Startup Indonesia, Mungkinah Terjadi?

Oleh | Jum'at, 22 Mei 2020 07:28 WIB | 505 Views | Comments 2020-05-22 07:28:32

Ini memang bukan predeksi, tanda-tandanya juga sudah ada. Sebelum Covid-19 melanda, saya meyakini bahwa banyak startup kita yang tidak mampu bangkit setelah mereka bakar-bakar uang, ditambah lagi kondisi saat ini yang begitu berat dirasakan hampir oleh setiap lini.

Perusahaan rintisan yang paling berat menerima kondisi ini adalah yang berhubungan dengan pariwisata, dan memang sudah terbukti dengan stop operasionalnya AiryRoom, PHK besar-besarannya AirBNB dan belum lagi startup wisata-wisata kecil yang layu sebelum berkembang. Info dari teman saya, Bro Adrian di ASITA bahkan ASITA memprediksi corona setidaknya 2 tahun, artinya jika dihitung dari awal januari tahun ini, industri pariwisata baru mulai bisa bergeliat adalah awal tahun 2022 atau setidaknya akhir 2021, itupun dengan banyak syarat yang sering kita kenal dengan istilah new normal.

Pagi ini, saya membaca berita juga tentang kerugian yang didapat oleh SoftBank, pemberi "bensin" untuk banyak startup didunia, termasuk Grab dan Tokopedia. Bahkan SoftBank terang-terangan mengakui performa buruk keuangannya hingga mengencangkan ikat pinggang dengan cara stop membiayai Startup yang memang sedang sakit.

Anak-anak muda penggiat startup mereka punya kemampuan keren untuk mencari solusi digital dalam produk-produk mereka, penemuan model bisnis baru yang menderupsi model lama mereka juga temukan, bahkan hal-hal yang tidak terbayangkan oleh kita semua, "kok ada ya model bisnis keren seperti ini". Mereka benar-benar cerdas di ranah ini.

Tetapi, satu hal yang belum mereka alami adalah mencari solusi saat Krisis, ini sangat penting sekali, bahkan sangat penting. Sederhananya, ada yang keren bisa membuat program canggih tapi tidak tahu menyalakan api unggun saat listrik benar-benar mati.

Startup yang dibangun dengan model Bootstrap (Jual tanah warisan, ngerjain project dulu atau apapun itu) cenderung lebih siap dalam menghadapi kondisi sekarang. Namun startup yang diberi gelondongan uang dari venture akan sedikit kaget dengan kondisi sekarang, kalau cepat sadar segera bergerak, sangat disayangkan bila tidak segera bergerak, pivot atau juga mencari solusi.

Tidak adanya Covid juga cukup banyak startup yang oleng, dengan gaji tim yang besar-besar saat ada dana masuk membuat mereka kebingungan saat dana kosong, akhirnya berusaha menyelamatkan masa depan sendiri-sendiri, Startup yang mereka bangun dilupakan.

Saya tentu berharap kondisi ini tidak lama, dan geliat startup kembali terlihat, merekah, berbunga, berbuah dan akhirnya panen.

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet





Apa komentar anda tentang Tulisan Rontoknya Startup Indonesia, Mungkinah Terjadi??

Startup Indonesia Lainnya
Bakar Uang, Benarkah Setiap Start Up Harus Membakar Uang?
Jum'at, 14 September 2018 14:34 WIB
Bakar Uang, Benarkah Setiap Start Up Harus Membakar Uang?
Istilah bakar uang memang lazim terdengar di dunia perusahaan rintisan (startup), istilah ini diartikan sebagai sebuah kegiatan menghabiskan uang banyak untuk sebuah proses bisnis tertentu, umumnya lebih ditekankan kepada proses pengembangan bisnis seperti marketing dan akuisisi pasar.
Qualitiva, Tempat Buat Kuis dan Test Online, Dapat Uang
Kamis, 31 Mei 2018 18:10 WIB
Qualitiva, Tempat Buat Kuis dan Test Online, Dapat Uang
Saya melihat sekilas namanya merupakan pengembangan dari kata Quality dan berubah menjadi Qulitiva, namun tentu yang tahu benar adalah Founder dan juga timnya. Qualitiva adalah sebuah startup yang memfokuskan diri pada flatform Kuis Online.
Ini Jenis Startup yang Bakal Ramai di Tahun 2018
Senin, 15 Januari 2018 21:01 WIB
Ini Jenis Startup yang Bakal Ramai di Tahun 2018
Dunia Startup Indonesia akhir-akhir ini cukup sering menghiasi pemberitaan berbagai media, tentu dengan kesuksesan beberapa startup yang muncul di tanah air ini yang mampu menyedot perhatian semua seperti Gojek, Traveloka, Bukalapak, Tokopedia dan yang lainnya.