Startup Indonesia
Ini Jenis Startup yang Bakal Ramai di Tahun 2018

Ini Jenis Startup yang Bakal Ramai di Tahun 2018

Oleh | Senin, 15 Januari 2018 21:01 WIB | 773 Views 2018-01-15 21:01:04

Dunia Startup (perusahaan rintisan) Indonesia akhir-akhir ini cukup sering menghiasi pemberitaan berbagai media, tentu dengan kesuksesan beberapa startup yang muncul di tanah air ini yang mampu menyedot perhatian semua seperti Gojek, Traveloka, Bukalapak, Tokopedia dan yang lainnya. Beberapa tahun terakhir memang Indonesia diramaikan oleh membesarnya beberapa startup yang berbasis Marketplace, namun apa yang akan terjadi di tahun 2018?

Menurut beberapa sumber yang saya baca, Fintech adalah salah satu jenis startup yang akan banyak muncul di tahun 2018, saat ini banyak startup yang mempersiapkan diri untuk masuk ke pasar dan memperkenalkan produknya, sementara startup-startup fintech yang sudah ada sebelumnya sebagian melakukan scaling dengan tenaga sendiri, sebagian memilih scaling dengan diakuisi oleh startup yang lebih besar.

Fintech merupakan kependekan dari Finance Technology. Startup fintech adalah sebuah startup yang memfokuskan diri pada layanan atau jasa keuangan. Fintech akan selalu berhubungan dengan uang dengan tujuan utama adalah memberikan kemudahan user untuk mengatur, bertansaksi, meminjam, meminjamkan, mengumpulkan, menyimpan uang mereka.

Beberapa fintech yang sudah ada memfokuskan diri pada layanan jembatan pembayaran (Payment Gateway) seperti Doku, Midtrans (Veritrans), IpayMu, NicePay, Faspay dan tentu Go-Pay. Startup fintech yang memfokuskan diri pada investasi ada seperti Bareksa, Amartha dan yang lainnya. Yang tidak tertinggal juga fintech yang memfokuskan diri pada layanan penyediaan modal dan pinjaman seperti UangTeman, Modalku, Kredivo dan Akulaku dan yang terakhir adalah fintech-fintech yang fokus pada layanan tools finansial untuk mengatur keuangan seperti Finansialku, AkunBiz, Jojonomic, NgaturDuit dan yang lainnya. 

Tahun 2018, fintech-fintech yang muncul perkiraan saya akan lebih pada "menggali" komunitas-komunitas yang ada, dengan kata lain, fintech yang mencul akan benar-benar memanfaatkan kekuatan komunitas. Sebagai contoh yang sudah ada adalah PayTren, yang fokus pada komunitas (jamaah) Ustadz Yusuf Mansyur dan Daarul Quran-nya. Fintech-fintech jenis ini akan tumbuh dari komunitas-komunitas unik. Selain dari komunitas, Fintech yang hadir di tahun 2018 khususnya akan menyusur ke pasar besar yang belum tergarap seperti anak sekolahan, mahasiswa, TKI, serikat pekerja dan yang lainnya. Fintech ini akan membuat semacam tools (aplikasi) untuk masuk ke dunia itu. Sebagai contoh masuk ke universitas atau sekolah mereka akan membawa aplikasi pengelolaan sekolah atau kampus, dan pada saat yang sama mereka memberikan layanan finansial seperti kemudahan pembayaran, virtual account atau jasa finansial lainnya.

Tidak semua fintech yang ada sukses tentunya, persaingan yang begitu ketat membuat yang kuat semakin kuat dan yang lemah dimakan yang kuat. Tetapi, saya yakin pasar fintech di Indonesia masih sangat luas mengingat semakin hari semua serba digital dan virtual, mungkin suatu saat anda benar-benar tidak memegang uang cash dalam jumlah besar lagi di dompet anda.

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet




Berikan Komentar

Startup Indonesia Lainnya