Islam dan Seputarnya
Mencuri Benih, Benarkah Dosanya Terus Berkembang?

Mencuri Benih, Benarkah Dosanya Terus Berkembang?

Oleh | Jum'at, 18 November 2016 18:34 WIB | 2.213 Views | Comments 2016-11-18 18:34:06

Almarhum Bapa adalah seorang petani,  petani dengan beberapa petak sawah untuk menghidupi kami sekeluarga. Suatu saat setelah musim tebar benih selesai dan masuk musim tanam, bapa kaget karena benih padi hilang setelah seharian kemarin dicabut untuk ditanam. Ikatan-ikatan benih padi siap tanam itu hilang, padahal seharusnya ditanam hari itu.

Saat itu Bapa hanya menghela nafas panjang, yang ada dipikirannya sepertinya bagaimana mencari benih padi lagi, karena kalau harus menanam ulang membutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi ketika ketinggalan masa tanam, padi akan rentan terkena hama atau tikus, belum lagi burung yang siap memakan buliran padi karena yang lain sudah dipanen.

Terucap sebuah kalimat yang masih saya ingat hingga saat ini, "Ang (panggilan untukku), nek wong nyolong wenih pari, dosane kui terus manjang, parine dipanen didadekna wenih maneng hasil sekang nyolong terus nambah maneng dadi pari maneng, terus manjang dosane". Kira-kira dalam bahasa indonesianya begini "Ka, kalau orang mencuri benih, dosa itu terus berkepanjangan, padinya dipanen terus dijadikan benih lagi terus jadi padi lagi, terus manjang dosanya.

Lalu bapa saya melanjutkan perkatanyaa, sekarang coba Aang pikir, bagaiamana kalau orang mau jadi PNS, orang mau jadi Pejabat, orang mau jadi Tentara diawali dengan menyuap? apakah sama kasusnya seperti orang mencuri benih? diawali dengan sebuah dosa dan berkembang dari dosa awal itu?

Kini, Bapa telah tiada tetapi pertanyaan itu masih membekas dalam ingatan saya, benarkah? bila dianalogikan seperti mencuri benih rasanya takut sekali yah, takut ketika diri kita memulai sesuatu dengan dosa dan dosa kita berkembang terus karena pondasinya adalah dosa. Semoga kita terhindar dari hal seperti itu. Aamiin

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet





Apa komentar anda tentang Tulisan Mencuri Benih, Benarkah Dosanya Terus Berkembang??

Islam dan Seputarnya Lainnya
Sekali-kali Maksiat Ah... Cuma Sekali Kok
Sabtu, 02 April 2011 20:50 WIB
Sekali-kali Maksiat Ah... Cuma Sekali Kok
Suatu ketika ada dua orang kakak beradik yang mempunyai kehidupan yang amatlah kontras, keduanya tumbuh dengan lingkungan masing-masih bahkan seolah tidak ada ciri bahwa mereka berdua adalah sebuah keluarga, maklum saking bedanya. Kakaknya yang tua dengan kehidupan agama yang kental sedangkan adiknya dengan kehidupan urak-urakan.
Beratnya Kala Ulama Berhutang Budi
Jum'at, 25 Desember 2009 19:20 WIB
Beratnya Kala Ulama Berhutang Budi
Disadari atau tidak semua orang pasti mengalami yang namanya hutang budi, bukan berhutang kepada si Budi tetapi berhutang kepada seseorang. Dimana hutang itu tidak hanya bersifat materi saja seperti uang dan barang tetapi juga pertolongan-pertolongan lain yang pernah diberikan. Hutang budi bisa menimpa siapa saja, tidak mengenal usia ataupun jenis kelamin dan tidak pula mengenal profesi seseorang, baik itu seorang presiden hingga pemulung sampah dipinggiran kota. Tidak terkecuali adalah untuk seorang ulama, sungguh berat ketika ulama sudah berhutang budi. Kenapa?
Luar Biasanya Bagaimana Al Quran Menggambarkan Gempa
Kamis, 03 September 2009 20:44 WIB
Luar Biasanya Bagaimana Al Quran Menggambarkan Gempa
Jujur saja gempa ini merupakan gempa yang benar-benar terasa selama hidup saya, dan mudah-mudahan tidak terjadi kembali diesok hari kedepan. Tepat terjadinya gempa diri terasa sangat kaget hanya dapat berucap takbir, setelah beberapa saat reda saya baru bisa mendengarkan satu-satunya radio yang bisa didengar informasinya dan sangat kaget ketika ternyata gempa terjadi di pantai selatan, pikiran tidak karuan semakin menguat ketika handphone mamah dan handphone bapa tidak ada yang dapat dihubungi satupun, akhirnya setelah beberapa saat alhamdulillah bisa dihubungi.
Tips Kalau Tidak Ingin Sholat.
Selasa, 19 Mei 2009 06:01 WIB
Tips Kalau Tidak Ingin Sholat.
Suatu ketika saya berkesempatan untuk pulang ke Pangandaran, sebuah kampung halaman yang sangat saya cintai. Ketika itu saya mendapat kabar bahwa tetangga kami, namanya Purnomo dan biasa saya panggil dengan panggilan Pak Pur. Sedih sekali rasanya karena saat ini beliau sudah mulai hilang ingatan, senyum sendiri walaupun tak ada teman. Penyebabnya adalah karena sering dijebak oleh teman-temannya di Pantai untuk minum-minuman keras dan memakai narkoba. Suatu ketika ada ibu-ibu tetanggaku sedang berkumpul dan selidik punya selidik sedang membicarakan Pak Pur, namun alangkah kagetnya orang yang sedang dibicarakan muncul tiba-tiba dan dengan kepedeannya langsung berkata
Ramadhan tiba, kebiasaan lama pun tiba
Rabu, 12 September 2007 08:15 WIB
Ramadhan tiba, kebiasaan lama pun tiba
Marhaban ya Ramadhan, selamat datang bulan suci dan bulan penuh berkah. Ketika ramadhan dimulai banyak orang yang mempunyai kebiasaan lama muncul kembali, kenapa saya katakan kebiasaan lama, karena biasanya dibulan-bulan yang lain kebiasaan itu tidak muncul sama sekali, ada kebiasaan buruk dan ada kebiasaan yang baik. Sebenarnya apa saja sih kebiasaan itu, baca selengkapnya.
Antara Dakwah dan Teknologi, Bagian Kedua
Kamis, 06 September 2007 06:50 WIB
Antara Dakwah dan Teknologi, Bagian Kedua
Seorang penyanyi dangdut yang selalu membawakan lirik-lirik islami dalam setiap lagunya yaitu Rhoma Irama memandang bahwa semua yang telah dilakukannya adalah merupakan salah satu dari dakwah. Penyanyi lainnya yang sering muncul dengan Sholawat atas nabinya yaitu Haddad Alwi juga berpendapat demikian bahwa melalui lirik-lirik nasyid yang dinyanyikannya beliau bisa menyampaikan pesan islami kepada pendengarnya.