Senangnya Jika Topup Pulsa Listrik Potong Pulsa Handphone

Senangnya Jika Topup Pulsa Listrik Potong Pulsa Handphone

Oleh | Kamis, 16 Oktober 2014 17:50 WIB | 27.921 Views 2014-10-16 17:50:00

Bunyi suara niiit dan niit muncul tiba-tiba saat terlelap tidur dan tak lama setelah itu lampu-pun padam menghadirkan kegelapan. Bingung mau beli token kemana sedang waktu menunjukan pukul satu tengah malam, asyik sepertinya jika bisa beli token via potong pulsa, kebetulan pulsa telepone justru sedang berlebih.

Metode potong pulsa sebetulnya sudah menjadi metode yang dikenal lama, bahkan beberapa online media sudah memanfaatkan potong pulsa untuk membeli barang-barang yang bersifat fisik. Metode ini adalah paling gampang dilakukan untuk memudahkan pengguna layanan PLN untuk memperpanjang "nyawa" listrik dirumah masing-masing.

Nominal untuk pembelian token listrik menggunakan potong pulsa tidak harus besar, cukup dibawah Rp. 100.000, hal ini mengingat rata-rata pulsa handphone tidak lebih dari Rp. 100.000. Pecahannya bisa mulai 25.000, 50.000, 75.000 hingga 100.000 atau kalau memungkinkan 10.000 sehingga dengan sisa pulsa 25.000 di handphonepun masih bisa melakukan pengisian ulang token PLN.

PLN sebagai perusahaan besar bisa kerjasama dengan beberapa operator yang ada di tanah air, harus ada dealing yang bagus sehingga fee pemotongan pulsa yang diambil oleh operator semakin kecil diluar biaya SMS yang memang dikeluarkan oleh pelanggan. Dengan fee yang kecil, pelanggan tidak terlalu banyak mendapatkan potongan sehingga pulsa listrik yang didapatkan lebih besar.

Pelanggan tinggal mengirimkan kode pelanggan disertai dengan nominal yang dibeli kemudian dikirimkan ke shortnumber tertentu sebagai contoh seperti dibawah ini:

01102365726#25.000 kemudian kirim ke 1234

SMS Diatas sangat mudah dilakukan, kemudian operator pemilik shortnumber 1234 akan mengecek ketersediaan sisa saldo pulsa yang dimiliki pelanggannya, jika tidak mencukupi operator selular akan mengirimkan SMS balasan yang menginformasikan bahwa pulsa tidak mencukupi. Namun jika pulsa mencukupi operator akan menghubungi server PLN untuk validasi nomor pelanggan PLN, jika benar maka lakukan topup, namun jika salah bisa dilakukan notifikasi ulang.

Pelanggan akan mendapatkan SMS balasan yang berisi token yang tinggal di input ke meteran, sangat mudah dilakukan dan untuk rumah-rumah yang jauh dari pusat pembelian token listrik bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan mudah.

SMS Balasan saat pengiriman token juga bisa dimanfaatkan untuk mengirim pesan layanan masyarakat seperti ajakan hemat energi atau informasi promosi PLN lainnya, mengingat jatah karakter 1 SMS masih tersisa banyak dan masih dapat digunakan.

Ketika sistem ini siap, PLN sebagai penyelenggara sudah seharusnya mempromosikan program sederhana tetapi sangat membantu ini baik melalui online di website PLN, media televisi maupun spanduk yang bisa disebar di seluruh Indonesia.

Benar memang PLN harus berbagi keuntungan dengan beberapa operator seluler, namun demi kemudahan dan kenyamanan masyarakat sudah seharusnya PLN memberikan yang terbaik untuk rakyat, untuk bangsa Indonesia.

Tulisan ini dibuat sebagai partisipasi lomba menulis di blog tentang Ideku untuk PLN yang diselenggarakan PLN dan BlogDetik

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet




Berikan Komentar Via Facebook

Berikan Komentar Via Disqus
comments powered by Disqus

Bisnis dan Wirausaha Lainnya
Cari Domainnya Dulu Baru Bangun Perusahaannya
Selasa, 19 Oktober 2010 06:27 WIB
Cari Domainnya Dulu Baru Bangun Perusahaannya
Ada hal yang menarik saat ini dimana domain menjadi salah satu acuan dalam membangun sebuah nama yang akan dibesarkan, baik itu untuk sebuah perusahaan atau brand lain. Kalau dulu orang memulai dengan nama perusahaannya dulu baru mendaftarkan domain, sekarang ada kecenderungan dibalik.