Teknologi Informasi
Pengaruh Digital Megazine Terhadap Bisnis Penerbitan

Pengaruh Digital Megazine Terhadap Bisnis Penerbitan

Jum'at, 01 Februari 2008 08:21 WIB | 7.352 Views 2008-02-01 08:21:17

Perkembangan teknologi informasi semakin hari semakin berinovasi dan sangat mengagumkan. Kita masih ingat bahwa sebuah lagu atau film yang disimpan dalam pita analog sebesar piring atau papan hanya untuk pemutaran film berdurasi 2 jam, kita juga masih ingat bagaimana tumpukan kertas ujian dan catatan yang menumpuk yang masih manual atau ratusan bundel photo yang bingung menyimpan karena berjumlah ribuan bahkan ratusan. Kini semua itu mungkin menjadi sebuah hal unik kalau masih tetap dilakukan karena banyak teknologi yang mampu merubah semuanya menjadi lebih mudah dan efisien. Kita ambil contoh adalah Digital Megazine.

Sekilas Digital Megazine dan Bisnis Penerbitan

Digital Megazine merupakan sebuah produk teknologi informasi yang mampu menampikan model bacaan baru dalam formal digital. 

Kehadiran Digital Megazine tentu sangat berpengaruh kepada model membaca masyarakat. Sebelumnya, hampir tak terbayangkan kita dapat membaca majalah berformat digital, yang bukan hanya dalam bentuk Web atau file PDF, Word, Photoshop atau sejenisnya melainkan dalam berbagai formal sesuai dengan keinginan. Kita dapat membaca majalah berformat digital dengan konten yang sama, desain grafis yang sama, tampilan yang sama dan membalik-balik halamannya, termasuk halaman iklan, sama seperti membaca majalah berformat cetak, tetapi dapat disimpan dan dibaca di komputer desktop, laptop atau PC tablet. Selain memberi pengalaman membaca yang baru, lebih fleksibel, interaktif dan menyenangkan, juga memungkinkan Anda membawa puluhan majalah tanpa harus menenteng tumpukan kertas yang sangat tebal sebagaimana saat ini.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli majalah digital inipun, saat ini, karena bersifat digital yang dapat download melalui Internet langsung ke desktop atau laptop atau PC tablet Anda ( platform -nya MacOS X, Windows dan PC tablet) relatif jauh lebih murah dibandingkan edisi cetaknya.

Ambil contoh data yang didapatkan pada tahun 2005, majalah Business Week , yang terbit setiap minggu hanya mengenakan biaya pembelian sebesar USD45,97 per tahun (hemat 82% dibandingkan kalau membeli edisi cetaknya), Popular Science , yang terbit bulanan, hanya USD15,95 per tahun atau hemat 67%, Harvard Business Review hanya dihargai USD118,00 setahun atau hemat 42% dan masih banyak majalah lainnya.

Dibalik itu semua yang merupakan dampak positif yang tidak diperlu diperhitungkan lagi, ada dampak negatif yang dapat memukul habis bisnis penerbitan khususnya di Indonesia tentunya dengan beberapa kriteria sehingga Digital Megazine benar-benar bisa menggoyahkan bisnis penerbitan yang masih bersifat manual dan hardcopy.

Lebih dalam mengenal dampak Digital Megazine bagi Bisnis Publishing

Banyak berbagai alasan masyarakat untuk lebih mudah menggunakan majalah berformat digital daripada harus menggunakan edisi cetaknya, walaupun sebagian masyarakat yang lebih nyaman membaca edisi cetaknya langsung. Secara perlahan fenomena ini akan sangat membahayakan bagi bisnis publishing yang tidak mau berinovasi dan melebarkan sayapnya merambah bisnis digital publishing atau sebaliknya bahkan menjadi ceruk bisnis baru yang dapat menghasilkan profit dari sisi lain.

Kebanyakan di Indonesia, bisnis publishing memposisikan digital megazine sebagai nilai tambah saja dan sepertinya tidak sadar kalau dengan implementasi digital megazine dapat mengurangi pendapatan dari edisi cetak. Kita lihat contoh, Pikiran Rakyat menerbitkan Pikiran Rakyat CyberMedia, ada sebagian orang yang lebih nyaman baca diinternet daripada harus pergi ke loper koran untuk mendapatkan edisi cetaknya, begitu pula dengan Galamedia, karena konten yang ada di edisi cetak dengan yang dionline hampir sama dan bisa sama, maka banyak pembaca yang lebih nyaman baca di internet, selain mudah, edisi-edisi sebelumnyapun masih bisa kita buka. Kalau misalkan pembangunan Pikiran Rakyat Online tidak menjadi ceruk bisnis baru bagi PR maka bayangkan apabila dikemudian hari seluruh masyarakat sudah terhubung dengan jaringan internet broadband. Lain kasusnya dengan majalah komputer Chip, selain edisi cetaknya, majalah chip juga menyediakan edisi digitalnya, ketika satu file majalah disebarkan ke ribuan orang maka secara otomatis pembaca tadi akan berfikir dua kali untuk melihat edisi cetaknya.

Seperti diungkapkan sebelumnya, masalah yang berkembang saat ini adalah dimana Perusahaan bisnis penerbitan tidak menggunakan produk teknologi informasi ini menjadi sesuatu ceruk bisnis baru yang justru dikemudian hari bisa membunuh bisnis fokus perusahaan itu. Jadi dapatlah diberikan beberapa point dampak adanya digital megazine yang merugikan bagi bisnis penerbitan :

  1. Bisnis Publishing yang tidak memproduksi dalam format digital dianggap bisnis yang tidak "ngeh" dengan teknologi.
  2. Perusahaan penerbitan akan menjadi merugi apabila memproduksi digital megazine tetapi hanya untuk tambahan saja bukan menjadi ceruk bisnis baru.
  3. Masyarakat secara lambat laun akan mulai merubah kebiasaan membaca dari format cetak menjadi format digital sejalan dengan pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi di Indonesia dan semakin murahnya berbagaimacam produk hardware. Ketika sebuah bisnis publishing atau penerbitan tidak mempersiapkan diri untuk hal ini maka akan tertinggal oleh yang lainnya.

Intinya, adanya digital Megazine akan menjadi sebuah virus pembunuh bisnis publishing apabila si perusaaan itu tidak mau menginplementasikan dengan konsep yang matang, karena kurangnya konsep dalam implementasikan justru akan berdampak pada berkurangnya oplah cetak.

Bagaimana supaya Pengaruh Negatif keberadaan Digital Megazine tidak dominan bagi bisnis penerbitan ?

Sebuah pertanyaan yang menarik, semua masyarakat bisnis penerbitan tentu ingin berprofit tinggi dan menguntungkan. Ada beberapa terapi dan rekomendasi yang bisa dilakukan. 

  1. Buat Konsep Implementasi TI yang matang.
    Ketika sebuah perusahaan apapun akan mengimplementasikan teknologi informasi tentunya harus dibuat konsep yang matang, termasuk pembangunan infrastrukur dalam produksi digital Megazine

  2. Mulai membuat Digital Megazine

Ada satu hal yang menarik, pembuatan megazine saat ini jarang diikuti dengan konsep yang matang yang justru berakibat pada berkurangnya oplah cetak. Oleh karena itu konsep pembangunan edisi digitalnyapun memerlukan konsep yang handal sebagai contoh :

  • Penggunaan DRM (Digital Right Management) dalam distribusi Digital magazine.
  • Pembuatan Digital Megazine yang berbeda dengan edisi cetak, ada konten yang boleh sama, namun ada sesuatu yang berbeda dari keduanya dan sama-sama dominan, ambil contoh ada konten-konten cetak yang tidak ada dalam digital atau sebaliknya.
  • Mulai menerapkan model pembayaran untuk Digital Edisi, walapun itu hanya setengah harga dari oplah cetak, setidaknya jadi peluang bisnis baru bagi daerah yang tidak terjangkau distribusi.


Digital dan Cetak harus saling Mengisi

Maksudnya adalah ketika kita membangun digital version maka setidaknya harus ada share informasi dari keduanya, ambil contoh pikiran rakyat, di edisi cetaknya bisa mencantumkan iklan tentang Media Online dan Digitalnya dan sebaliknya.

Semua ini menunjukan bahwa kehadiran Digital Megazine sangat berpengaruh bagi bisnis penerbitan di Indonesia, dampaknya tergantung dari bisnisnya itu sendiri.


Baca atau Download PDF Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet

#0


Mungkin anda tertarik menonton video tentang Tarik Uang via LinkAja di ATM Tidak Keluar? Ini Solusi Ampuhnya - Tips Teknologi

Apa komentar anda tentang Tulisan Pengaruh Digital Megazine Terhadap Bisnis Penerbitan?

Teknologi Informasi Lainnya
Mengenal Knowledge Management dan Kaitannya dengan Decision Support System
Rabu, 16 Januari 2008 13:31 WIB
Mengenal Knowledge Management dan Kaitannya dengan Decision Support System
Banyak yang bilang kalau sekarang bukan lagi membicarakan sebuah Informasi apalagi data, tapi orang mulai berfikir dan banyak membicarakan tentang Knowledge atau ilmu pengetahun yang justru berasal dari informasi itu sendiri. Belakangan banyak yang bilang bahwa kedepan KM (Knowledge Magement) merupakan ladang empuk untuk meraih sebuah profit atau hanya sekedar prestise. Bagaimana sih sebenarnya? mari kita belajar bersama-sama
Tiga Menit Untuk Selamanya
Minggu, 16 Desember 2007 06:41 WIB
Tiga Menit Untuk Selamanya
Setiap situs perjodohan online mempunyai ide dan fitur-fitur unik dalam setiap websitenya walaupun pada dasarnya adalah mempertemukan dua orang yang sedang sama-sama mencari pasangan. Ada yang mempunyai konsep seperti mak comblang yang seolah-olah menjembatani seseorang lebih dekat dengan pasangannya hingga sampai situs yang mengeluarkan layanan penuh hingga resepsi pernikahan, maksudnya ketika jodohnya sudah ditemukan dalam database dan ternyata cocok, pengelola situs menjadi organizer untuk acara resepsi pernikahan, untuk bergabung dalam situs yang semacam ini tentunya sangat mahal
Gaya Baru Mendengar Radio di Internet
Selasa, 28 Agustus 2007 04:40 WIB
Gaya Baru Mendengar Radio di Internet
Petikan lirik “Diradio aku dengar lagu kesayanganmu”, lagu lawas mengingatkan kita bagaimana radio menjadi salah satu alternatif hiburan dalam keseharian kita. Gaya kita mendengar radio saat ini masih sama dengan puluhan tahun yang lalu, putar tuner, hingga menemukan stasion yang cocok dengan kita, bagaimana jadinya jika kita mendengarkan radio di internet ?
Software Pengusir Nyamuk, Benarkah Bekerja?
Jum'at, 10 Agustus 2007 05:51 WIB
Software Pengusir Nyamuk, Benarkah Bekerja?
Tulisan ini sengaja saya buat ketika berfikir beberapa saat tentang teman-temanku yang sakit demam berdarah, ya, fokusnya adalah seekor binatang berjenis nyamuk yang bisa menularkan Virus Demam Berdarah. Saya masih ingat ketika tahun 2004 dulu ada yang memberi software anti nyambuk yang dipasang dikomputer, terkadang hati bertanya, benar gak yah bekerja dengan baik softaware anti nyamuk ini? baca selengkapnya
Kenapa "Laptop" Sekarang Bermonitor Widescreen ?
Kamis, 28 Juni 2007 06:11 WIB
Kenapa "Laptop" Sekarang Bermonitor Widescreen ?
Ada perkembangan menarik yang terjadi dalam teknologi komputer jinjing yang sering kita sebut sebagai laptop atau notebook yaitu layar monitornya menjadi wide atau lebih lebar dari produk-produk sebelumnya. Jika anda berkunjung ke mal-mal komputer maka dipastikan akan sulit sekali untuk menemukan notebook dengan monitor yang persegi dan menjumpai laptop dengan monitor yang berukuran wide dimana lebar monitor lebih panjang daripada tingginya
Mengukur Kemampuan Dasar PHP dan MySQL
Rabu, 20 Juni 2007 12:14 WIB
Mengukur Kemampuan Dasar PHP dan MySQL
Mungkin ada sebagian dari teman-teman yang membaca tulisan ini sedang belajar membangun situs dengan latar belakang PHP dan MySQL, dan bisa jadi termasuk saya didalamnya. Teringat kemarin saat melakukan interview bagi beberapa murid SMKTI atau Sekolah Menengah Kejuruan Teknonologi Informasi bidang rekayasa perangkat lunak yang tujuannya menyaring beberapa orang untuk masuk dalam sebuah perusahaan yang bergerak dalam software house. Hal yang terpenting dalam interview ini adalah mengukur kemampuan dasar dalam pemograman PHP dan MySQL sebelum menginjak pada pemograman tingkat lanjutnya hingga membangun sistem informasi berbasis web, ingin tau bagaimana cara mengukurnya ? baca saja selengkapnya.