Teknologi Informasi
Standard Pembuatan E-Book bagi Tunanetra

Standard Pembuatan E-Book bagi Tunanetra

Oleh | Minggu, 08 April 2007 23:18 WIB | 4.494 Views | Comments 2007-04-08 23:18:19

Acara dimulai tepat pukul 10.00 tanggal 20 April lalu di Gedung Lama Departemen Komunikasi dan Informatika di Merdeka Barat. Dibuka dengan sambutan oleh Perwakilan Depkominfo yang seharusnnya disampaikan oleh Mentri Kominfo, Sofyan Djalil.

Satu dua tiga jam akhirnya seminar selesai tepat pukul 16.00 dengan hasil sebagai berikut.

Standard pembuatan buku digital ada beberapa macam, yang pasti bisa ditangkap oleh tunanetra. Beberapa bentuk itu antara lain.

1). Full Audio and no text, Standar ini biasanya dipakai dalam bentuk audio MP3 atau wav yang diburning kedalam kepingan CD.

2). Full audio with title, Standard ini digunakan dalam bentuk audio yang sudah dilengkapi dengan indexing list audio yang anda sehingga memungkinkan untuk dibaca secara berkala.

3). Full Audio and Part text, Standar ini merupakan hasil convert dari buku-buku yang ada namun tidak semua deskripsi text disampaikan.

4). Full audio and full text, Standard ini adalah yang paling ideal dibuat dan paling mudah dipelajari sehingga bukan hanya tunanetra saja yang membutuhkan e-book jenis ini, orang melihatpun sangat perlu dengan jenis ini didukung dengan indexing data, searching dan pembagian bab sesuai dengan buku aslinya.

5). Full text and part audio, Fasilitas-fasilitas yang ada pada nomor keempat juga bisa dinikmati pada jenis ini hanya saja ada keterbatasan audio yang disampaikan.

6). Full text without audio, E-book jenis ini adalah yang paling susah dibaca oleh tunanetra.

Pembuatan buku digital saat ini telah dapat dilakukan dengan mengunakan software, hanya saja sampai sekarang sepertinya belum ada software yang mampu membaca semua text yang muncul dilayar monitor yang digunakan oleh tunanetra, anda pernah mendengar Jaws, sebuah software yang berprinsip pada text to speech, dimana pengguna komputer akan mendapatkan informasi berupa speech atau suara orang bicara tentang langkah, pencetan keyboard, menu dipilih, lokasi website dikomputer yang digunakan oleh tunanetra, hanya saja software yang semacam ini mahal harganya dikarenakan karena pangsa pasar software ini sedikit.

Kembali ke E-book, dalam pembuatannya banyak software yang bisa dipakai seperti Daisy yang merupakan hasil pengembangan para tunanetra di Thailand, hebat. untuk memproduksi e-book yang standard ada beberapa syarat yaitu:

- Buku telah diketik ulang dalam bentuk XHTML atau XML
- Ada narator yang mampu membacakan semua text yang ada.
- Ada programmer yang menyisipkan tag XML ke text

Yang pasti dalam pengerjaannya, File XHTML yang telah dibaca oleh software akan terblok secara manual selecting atau otomatis setiap judul atau paragrafnya, tinggal narator membacakan hingga tuntas, lumayan berat sih, tapi tantangan bagi anda.

Hasil akhir dari produksi e-book untuk tunanetra adalah berbentuk file Daisy (jika menggunakan software ini) yang akan dibaca oleh Daisy reader, yang pasti jika anda mengenal helpnya punya windows, atau file CHM, persis sama seperti itu hanya saja ada narasi yang diinginkan pembaca dari text yang pilih. dan untuk navigasi softwarenya menggunakan keyboard. Bagaimana?

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet






Teknologi Informasi Lainnya
Asyiknya Berkeliling Dunia
Minggu, 08 April 2007 23:09 WIB
Asyiknya Berkeliling Dunia
Pernahkan anda berfikir untuk berkeliling keseluruh penjuru dunia hingga ke kutub selatan? pernahkah anda terbanyangkan untuk melihat sudut-sudut kota megah didunia ini seperti singapur,new york, Paris? atau apakah anda terbayangkan berjalan-jalan dan terbang diatas Mekkah? saya yakin sebagian dari anda sudah pernah melakukannya. Terus bagaimana kalau yang belum? mendingan ikuti jejak saya untuk berkeliling dunia hanya dari ruangan kecil tempat tidurku. hanya dengan menggunakan sebuah PC disamping kasur tidurku aku bisa melihat sudut kota di muka bumi ini. Pengen juga kan berkeliling dunia? simak selengkapnya