Sudut Pandang
Mengangkat Kreativitas Anak Negeri Dalam Iklan Capres

Mengangkat Kreativitas Anak Negeri Dalam Iklan Capres

Oleh | Rabu, 24 September 2014 19:21 WIB | 3.837 Views | Comments 2014-09-24 19:21:35

"Pilih saya kalau ingin Indonesia berubah lebih baik, pilih saya kalau anda ingin sejahtera ", begitulah kira-kira kalau kita generalisir konten yang tersaji dari sebuah iklan capres yang tayang beberapa waktu yang lalu hampir menghiasi media televisi baik lokal maupun nasional, berlatar belakang prestasi dan janji-janji setiap capres berusaha menggoda setiap calon pemilih untuk mencoblosnya saat pemilihan, ada yang bergaya bak seorang pahlawan atau yang tampil apa adanya, yang penting wajah calon presiden muncul ditelevisi dan dapat dilihat langsung oleh rakyat.

Tidak salah memang apa yang dilakukan dalam pembuatan materi iklan capres, namun ada satu hal yang selalu mengelitik yaitu dimana materi iklan seperti tidak ada yang berubah dari tahun ke tahun, kalau anak sekarang menyebutnya terlalu mainstream. Tidak ada capres yang mencoba mengangkat kreatifitas anak negeri yang begitu besar, mulai dari ide iklan hingga produksi iklan itu sendiri.

Perkembangan industri kreatif tidak diapresiasi dengan baik oleh para calon Presiden, padahal dalam kampanyenya selalu digembor-gemborkan akan mengangkat industri kreatif. Seperti industri animasi, industri musik dan yang lainnya. Dari banyaknya iklan yang terdata oleh iklancapres.org menunjukan bahwa wajah asli calon presiden harus selalu muncul dan harus berbicara.

Industri kreatif seperti animasi dapat dilibatkan dalam produksi sebuah iklan capres, masyarakat tidak terus disuguhi wajah capres lagi dan capres lagi, tetapi bagaimana menyampaikan visi dan misi serta program yang digagas dalam sebuah animasi yang menarik, mudah diingat dan mengandung kreatifitas tinggi. Ada sesuatu yang baru yang disuguhkan para capres untuk menyampaikan ide programnya sehingga masyarakat tidak bosan tapi justru menunggu hal lain yang lebih baru.

Saya sering bertanya, kenapa iklan rokok atau iklan produk lebih menarik dari sebuah iklan capres, mengapa mereka tidak berkaca dari kesuksesan iklan-iklan yang sampai menjadi tren dimasyarakat? menonton sebuah iklan capres tidak lagi sebuah kebosanan karena frekuensi yang sering tetapi menjadi hiburan baru yang secara tidak langsung memahamkan masyarakat tentang visi dan misi seorang capres.

Selain suguhan yang menarik dari materi iklan dan presentasi tayangan yang keren, akan ada mindset baru di masyarakat bahwa presiden A sangat memperhatikan industri kreatif dimana salah satu potensi yang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi.  Maka pemilih pemula yang didominasi pemuda akan serta merta memilihnya, ya karena mereka melihat ada sesuatu yang berbeda dari calon presiden pilihannya itu.

Iklan yang didasari kreatifitas yang tinggi tidak akan membuat masyarakat jengah walaupun dihadirkan dalam frekuensi yang sering, walaupun sebenarnya iklan capres yang kreatif tidak harus sering tampil, yang penting bagaimana caranya masyarakat addict untuk menonton kembali, apakah disajikan dalam format bersambung atau yang mengundang rasa penasaran. Frekuensi yang berkurang akan mengurangi budget iklan yang dikeluarkan oleh setiap pasangan calon sehingga bisa dialokasikan untuk hal lain, atau saat terpilih nanti tidak harus repot-repot korupsi untuk menutup modal kampaye melalui iklan.

Pemilihan Presiden telah usai, banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan di pemilu-pemilu mendatang ataupun di pemilihan-pemilihan kepala daerah ditahun-tahun mendatang, termasuk menyematkan kreatifitas dalam materi iklan dimedia televisi. Sudah saatnya menerapkan teknologi dalam pembuatan iklan capres, mengapresiasi pemuda-pemuda kreatif dalam pembuatan iklan capres dan yang pasti mengajak pemilih untuk memilih dengan cara yang kreatif.

Semoga satu saat semakin banyak calon presiden dan calon pemimpin daerah yang kreatif dan innovatif sehingga Indonesia bisa makmur dan sejahtera. Aamiin.

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet






Sudut Pandang Lainnya
Televisi Lokal Bandung Rasa Nasional
Sabtu, 09 Agustus 2014 08:35 WIB
Televisi Lokal Bandung Rasa Nasional
Dominasi televisi nasional terus menggurita sepertinya, bahkan beberapa televisi lokal yang saya lihat di Bandung mulai berasa Nasional, acara-acara didominasi oleh siaran televisi nasional baik itu dalam join program ataupun beli program. Sayang sekali..
Inilah Daftar Media Yang Kecenderungan Mendukung Capres
Jum'at, 06 Juni 2014 16:44 WIB
Inilah Daftar Media Yang Kecenderungan Mendukung Capres
Peran media dalam demokrasi terkini sangatlah penting, media juga menjadi corong kandidat dalam sebuah pemilihan walaupun sebetulnya adalah hal yang salah karena media seharusnya berimbang apalagi media mainstream seperti televisi dan koran.
Prediksi Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013
Rabu, 20 Februari 2013 20:40 WIB
Prediksi Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013
Siapa saja boleh membuat Prediksi menurut pemikiran masing-masing dan termasuk untuk prediksi Pemilihan Gubernur Jawa barat tahun ini.Jika melihat dari keseluruhan pasangan ada beberapa kelebihan dan kekurangan masing-masing, saya cerita satu persatu dulu deh.
Sekotak Sawah Untuk Semeter Tanah
Kamis, 26 April 2012 17:01 WIB
Sekotak Sawah Untuk Semeter Tanah
Harga yang paling murah adalah 5 Milyar, itulah yang ada dibenak saya ketika melewati beberapa jalan di Pantai Indah kapuk hari ini, mantap benar. Dibeberapa iklan yang terpampang disepanjang jalan itu cukup menyita perhatian saya, yaitu harga tanah yang mencapai 20juta permeter persegi
Orang Indonesia Terbanyak Kelima Pencari Kata Sex di Internet
Rabu, 01 September 2010 05:21 WIB
Orang Indonesia Terbanyak Kelima Pencari Kata Sex di Internet
Indonesia memang negara unik, semua sepertinya ada di negara kepulauan terluas di dunia ini, mau cari orang termiskin ada, mau cari orang yang kaya ada, mau cari mobil mewah banyak, yang gak punya rumahpun banyak. Begitu pula dengan kehidupan internetnya, kalau kita mencari situs yang bernuansa religi banyak sekali ditemui tapi sebaliknya mencari yang berbau pornografipun sepertinya tidak sedikit. Satu hal yang mencengangkan lagi ternyata indonesia tercatat oleh Google Trends sebagai pencari kata sex terbanyak kelima didunia, menyedihkan.
Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda
Sabtu, 28 November 2009 21:08 WIB
Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda
Lahir dilingkungan jawa campur sunda membuat saya merasa nyaman, bagaimana tidak, saya bisa berbicara dengan fasih dua bahasa yang paling popular ditanah jawa ini yaitu bahasa jawa dan sunda. Saya tidak kesulitan berkomunikasi dengan orang sunda begitupun ketika berkomunikasi dengan orang jawa walaupun terkadang lawan bicara aneh ada kata-kata yang bercampur satu sama lain. Kali ini saya akan coba mencermati tingkat kepercayaan diri antara orang sunda dan jawa khususnya dalam berbicara ditempat-tempat umum.