Sudut Pandang
Televisi Lokal Bandung Rasa Nasional

Televisi Lokal Bandung Rasa Nasional

Oleh | Sabtu, 09 Agustus 2014 08:35 WIB | 4.708 Views | Comments 2014-08-09 08:35:53

Dominasi televisi nasional terus menggurita sepertinya, bahkan beberapa televisi lokal yang saya lihat di Bandung mulai berasa Nasional, acara-acara didominasi oleh siaran televisi nasional baik itu dalam join program ataupun beli program. Sayang sekali..

Kenapa sayang sekali? menurut saya kehadirian televisi lokal beberapa tahun terakhir seharusnya menjadi media alternatif untuk mendapatkan informasi lokal, bagaimana pemirsa mau mendapatkan konten lokal jika semua stasion televisi lokal justru seperti kehabisan tenaga dan nyawa untuk memproduksi konten lokal, alhasil mereka bekerjasama dengan stasiun lain yang tidak mempunyai kanal frekuensi untuk menayangkan siarannya, bahkan ada stasion televisi lokal yang hilang namanya menjadi televisi nasional.

Andai saja konten nasional yang dikerjasamakan dan disiarkan di Televisi lokal kontennya unik dari televisi nasional yang sudah ada menurut saya tak mengapa, tapi bagaimana jika justru kontennya tidak lebih menarik dari TV yang sudah ada.

Banyaknya TV Lokal rasa nasional juga membuat talenta-talenta lokal menjadi semakin sedikit untuk mengasah kemampuan mereka dalam produksi sebuah program mulai dari presenter, kameramen, producer dan lainnya. Selain itu space iklan lokal yang mempunyai budget terbatas untuk beriklan di TV nasional menjadi berat.

Kenapa?

Saya hanya berfikir saja mungkin untuk Televisi lokal sangat berat memproduksi sendiri sebuah program, biaya operasional, crew, membayar talent dan yang lainnya membuat TV Lokal berfikir ulang dan memutuskan untuk bekerjasama jadi media siar saja.

Alasan lainnya adalah semakin kuatnya TV Nasional yang memiliki konten dan dana yang cukup sehingga berusaha untuk hadir di channel UHF, sebut saja Kompas, NET yang tidak mempunyai kanal frekuensi nasional justru mengakusisi TV Lokal dan berganti namalah TV lokal tersebut. Mungkin bisa disebut "Asal harga cocok, silahkan kanal frekuensi saya anda pakai" :).

Saya berharap tidak semua TV Lokal akan semua berasa nasional, Anak Bandung butuh ruang untuk terus berkreasi, TV Lokal-lah salah satu tempatnya.

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet

#0






Sudut Pandang Lainnya
Inilah Daftar Media Yang Kecenderungan Mendukung Capres
Jum'at, 06 Juni 2014 16:44 WIB
Inilah Daftar Media Yang Kecenderungan Mendukung Capres
Peran media dalam demokrasi terkini sangatlah penting, media juga menjadi corong kandidat dalam sebuah pemilihan walaupun sebetulnya adalah hal yang salah karena media seharusnya berimbang apalagi media mainstream seperti televisi dan koran.
Prediksi Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013
Rabu, 20 Februari 2013 20:40 WIB
Prediksi Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013
Siapa saja boleh membuat Prediksi menurut pemikiran masing-masing dan termasuk untuk prediksi Pemilihan Gubernur Jawa barat tahun ini.Jika melihat dari keseluruhan pasangan ada beberapa kelebihan dan kekurangan masing-masing, saya cerita satu persatu dulu deh.
Sekotak Sawah Untuk Semeter Tanah
Kamis, 26 April 2012 17:01 WIB
Sekotak Sawah Untuk Semeter Tanah
Harga yang paling murah adalah 5 Milyar, itulah yang ada dibenak saya ketika melewati beberapa jalan di Pantai Indah kapuk hari ini, mantap benar. Dibeberapa iklan yang terpampang disepanjang jalan itu cukup menyita perhatian saya, yaitu harga tanah yang mencapai 20juta permeter persegi
Orang Indonesia Terbanyak Kelima Pencari Kata Sex di Internet
Rabu, 01 September 2010 05:21 WIB
Orang Indonesia Terbanyak Kelima Pencari Kata Sex di Internet
Indonesia memang negara unik, semua sepertinya ada di negara kepulauan terluas di dunia ini, mau cari orang termiskin ada, mau cari orang yang kaya ada, mau cari mobil mewah banyak, yang gak punya rumahpun banyak. Begitu pula dengan kehidupan internetnya, kalau kita mencari situs yang bernuansa religi banyak sekali ditemui tapi sebaliknya mencari yang berbau pornografipun sepertinya tidak sedikit. Satu hal yang mencengangkan lagi ternyata indonesia tercatat oleh Google Trends sebagai pencari kata sex terbanyak kelima didunia, menyedihkan.
Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda
Sabtu, 28 November 2009 21:08 WIB
Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda
Lahir dilingkungan jawa campur sunda membuat saya merasa nyaman, bagaimana tidak, saya bisa berbicara dengan fasih dua bahasa yang paling popular ditanah jawa ini yaitu bahasa jawa dan sunda. Saya tidak kesulitan berkomunikasi dengan orang sunda begitupun ketika berkomunikasi dengan orang jawa walaupun terkadang lawan bicara aneh ada kata-kata yang bercampur satu sama lain. Kali ini saya akan coba mencermati tingkat kepercayaan diri antara orang sunda dan jawa khususnya dalam berbicara ditempat-tempat umum.
Saatnya Marah dan Saatnya Bertengkar
Selasa, 01 September 2009 09:09 WIB
Saatnya Marah dan Saatnya Bertengkar
Marah memang sesuatu yang tidak diperbolehkan oleh siapapun kecuali untuk urusan-urusan tertentu, apalagi sampai berkelahi, namun sepertinya nasehat itu tidak menjadi sebuah landasan oleh beberapa program televisi yang notabene memberikan hiburan untuk masyarakat. Marah seringkali seolah-olah menjadi tontonan yang menarik apalagi kalau sampai berkelahi. Seolah-olah acara itu tidak akan menarik jika klimaksnya tidak dibarengi dengan marah dan sepertinya penontonpun sangat terhibur akan hal itu.