Sudut Pandang
Prediksi Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013

Prediksi Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013

Oleh | Rabu, 20 Februari 2013 20:40 WIB | 4.019 Views | Comments 2013-02-20 20:40:50

Siapa saja boleh membuat Prediksi menurut pemikiran masing-masing dan termasuk untuk prediksi Pemilihan Gubernur Jawa barat tahun ini.

 

Jika melihat dari keseluruhan pasangan ada beberapa kelebihan dan kekurangan masing-masing, saya cerita satu persatu dulu deh.

 

Pasangan nomor urut 1 Dikdik-Cecep merupakan calon dari jalur independen, Nama keduanya menurut saya tidak begitu familiar di masyarakat Jawa Barat, bahkan saya sendiri baru mendengar nama keduanya menjelang ramainya pilgub ini, namun perkiraan saya Dikdik mempunyai dana cukup untuk ikut bertarung di Jawa Barat.

 

Pasangan Nomor urut 2 Yance-Tatang, keduanya politikus senior di Jawa Barat, keduanya mempunyai pengalaman menjadi Bupati selama dua periode berturut-turut dan dibesarkan di partai Golkar, bahkan terakhir posisi Yance adalah ketua DPP Partai Golkar. Basis masa keduanya berada di Bagian Timur dan utara Jabar.

 

Pasangan Nomor Urut 3 Dede-Laksamana, Kalau dibilang incumbent bisa dibilang begitu karena Dede adalah Wakil Gubernur Jabar dan Lex adalah Sekda, untuk urusan Birokrasi Lex lebih pengalaman ketimbang Dede, namun Popularitas Dede cukup bisa diperhitungkan, bahkan dipilkada sebelumnya bisa menjadi faktor pemenang Aher-Dede. Keduanya didukung oleh Partai Demokrat, PAN dan beberapa partai Lainnya.

 

Pasangan Nomor Urut 4 Aher-Dedy Mizwar, keduanya cukup senior dan Aher Incumbent, sebagai Incumbent Aher Sangat diuntungkan, rasanya dimanapun begitu. Sosok Dedy Mizwar juga perkiraan saya akan sangat membantu Aher dalam pertarungan ini, diusung oleh PKS dengan basis masa di kota besar. Salah satu andalan yang akan terus dipakai adalah sosok religi dikeduanya untuk menarik masa muslim di Jawa Barat.

 

Pasangan Nomor Urut 5, Rike - Teten.  Nama Rike atau sering di Panggil Oneng mungkin lebih familiar ketimbang Teten, bagi sebagian pemilih pemula sepertinya nama teten masih asing akibat cukup lama tidak berkecimpung di dunia Politik. Dukungan yang besar dari PDIP membuat pasangan ini naik mendekati Dede yang berada di urutan kedua di beberapa survey. Sosok teten akan membantu Rike pastinya, perkiraan saya teten banyak didukung oleh aktivis anti korupsi. Basis masa keduanya kuat di pinggiran Jawa Barat seperti di Selatan, Komunitas Nelayan, Petani, Buruh.

 

Prediksi

 

Saya akan coba buat beberapa prediksi dari beberapa sudut Pandang dan beberapa aspek dan saya tegaskan lagi bahwasanya ini adalah sekedar Prediksi.

 

Pertama, jika melihat dari Belanja Iklan, Pasangan Aher-Dedi saya liat yang paling banyak menghabiskan dana untuk belanja Iklan, disusul oleh Dede -Lex , Yance-Tatang dan Rike Teten, Pasangan Didik-Cecep saya lihat jarang beriklan di Media Televisi. Yang sering terlihat di TV Nasional adalah pasangan Aher, sedangkan Dede, Yance dan Rike lebih sering di TV Lokal. Jika diasumsikan Jumlah belanja iklan berpengaruh besar kepada pemilih maka sudah dipastikan Aher kan kembali menjadi Gubernur.

 

Kedua, Jumlah Follower twitter dari masing-masing Pasangan Calon menududukan Dede Yusuf paling tinggi dengan jumlah Follower 109 Ribu, Disusul Yance 81Ribu, disusul Pangandaran Rike+Teten yang masing-masing 22rb dan 47rb, Aher 61 Ribu saya kesulitan untuk mencari Akun Dedi Mizwar, Didik, Cecep dan Tatang. Jika melihat ketenaran di Twitter sepertinya Dede Yusuf akan Naik Menjadi Gubernur.

 

Ketiga,saya melihatnya dari hasil pencarian di Google Ahmad Heryawan  2,630,000 -Dedi Mizwar 1,720,000 - Dede Yusuf 3,640,000 - Lex Laksamana 477,000 - Rike Diah Pitaloka 1,360,000 - Yance Irianto 225,000 - Tatang 57,000 -Dikdik  65,500 -Cecep Nana 65,000. Popularitas Aher tidak setinggi Dede Yusuf bahkan terpaut 1 juta, tapi terbantu oleh Dedy yang memiliki lebih dari 1,7 juta hasil pencarian dan ini akan membuat Aher kan kembali menjadi Gubernur

 

Keempat, dari mesin politik. Secara nasional posisi Demokrat dan PKS sedang tidak bagus tapi saya yakin kedua mesin politiknya masih berjalan bagus, bahkan untuk PKS saya liat ada semacam momentum untuk bangkit ketimbang demokrat. Seperti biasa, PKS memiliki kader yang lebih gigih ketimbang yang lainnya, hanya saja lebih ke komunitas tertutup, bahkan sebagian teman melihatnya lebih eklusif. Mesin politik Golkar cukup besar dan akan Allout untuk memenangkan Jagoannya. Mesin politik PDIP di kalangan masyarakat biasa juga tidak bisa dikesampingkan. Jika melihat ini semua saya pikir persaingan kuat ada di Aher melayan Rike. Tapi mesin politik juga sepertinya untuk pemilihan sosok masih menjadi pertanyaan karena rakyat kadang cenderung memilih Figur. dan saya menempatkan Aher yang Terpilih.

 

Kelima,Jika melihat kedekatan figur dengan pemilihnya saya mengurutkan Dede Yusuf, Aher, Yance, Rike, Didik. Dede mempunyai waktu yang cukup banyak saat menjadi wakil untuk dekat dengan Masyarakat ketimbang Aher dan saya menempatkan Dede Sebagai Gubernur untuk prediksi ini.

 

Kelima, dari demografi pemilih di Jawa Barat sangat berbeda dengan Jakarta. Jawa Barat masih banyak memiliki kalangan menengah kebawah, buruh, tani, nelayan. untuk yang satu ini PDIP saya pikir adalah rajanya dan bisa mengantarkan Rike menjadi Gubernur.

 

Keenam, 3 dari 5 Pasangan calon memiliki sosok Artis dan jika dilihat dari Senioritas maka Dedi adalah yang paling senior dan paling banyak muncul di televisi ketimbang Dede Yusuf dan Oneng. Peran Dedi yang selalu menjadi sosok panutan dalam setiap film yang dibawanya saya pikir juga sangat berpengaruh. Saya Menempatkan Aher-Dedi menjadi pasangan terpilih untuk kriteria ini.

 

Pusing juga yah buat Prediksi, hasil survey di lembaga-lembaga survey juga sangat berbeda-beda dengan menempatkan 4 Pasangan selain Independent bergantian menjadi Pemenang. 

 

Prediksi saya Pilkada kali ini akan berjalan 2 putaran dengan pemilih terbanyak adalah Aher-Dedi dan akan bertarung melawan Dede-Lex atau Rike-Teten. Jika Aher-Dedi vs Dede-Lex di putaran kedua maka keduanya akan berebut pecahan suara pemilih Rike, Yance dan Dikdik pun sebaliknya jika Aher-Rike, keduanya bisa sama kuat jika PDIP di bantu oleh pecahan yang kalah di putaran pertama. Ada prediksi lain bahwa masyarakat ingin mencoba sosok Baru diluar Incumbent, jika ini terjadi maka Pasangan Rike Akan naik menjadi gubernur.

 

Yang pasti siapapun yang jadi harapan saya bisa Memajukan Jawa Barat, sudah saatnya Jawa Barat berlari mengejar ketertinggalan...dan dari hati yang paling dalam kenapa Aher Memilih Dedi? kalau terpilih nanti berarti Ramadhan yang akan datang tanpa "Para Pencari Tuhan" dong :D

 

 

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet

#0






Sudut Pandang Lainnya
Sekotak Sawah Untuk Semeter Tanah
Kamis, 26 April 2012 17:01 WIB
Sekotak Sawah Untuk Semeter Tanah
Harga yang paling murah adalah 5 Milyar, itulah yang ada dibenak saya ketika melewati beberapa jalan di Pantai Indah kapuk hari ini, mantap benar. Dibeberapa iklan yang terpampang disepanjang jalan itu cukup menyita perhatian saya, yaitu harga tanah yang mencapai 20juta permeter persegi
Orang Indonesia Terbanyak Kelima Pencari Kata Sex di Internet
Rabu, 01 September 2010 05:21 WIB
Orang Indonesia Terbanyak Kelima Pencari Kata Sex di Internet
Indonesia memang negara unik, semua sepertinya ada di negara kepulauan terluas di dunia ini, mau cari orang termiskin ada, mau cari orang yang kaya ada, mau cari mobil mewah banyak, yang gak punya rumahpun banyak. Begitu pula dengan kehidupan internetnya, kalau kita mencari situs yang bernuansa religi banyak sekali ditemui tapi sebaliknya mencari yang berbau pornografipun sepertinya tidak sedikit. Satu hal yang mencengangkan lagi ternyata indonesia tercatat oleh Google Trends sebagai pencari kata sex terbanyak kelima didunia, menyedihkan.
Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda
Sabtu, 28 November 2009 21:08 WIB
Orang Jawa Cenderung Lebih Pede Ketimbang Orang Sunda
Lahir dilingkungan jawa campur sunda membuat saya merasa nyaman, bagaimana tidak, saya bisa berbicara dengan fasih dua bahasa yang paling popular ditanah jawa ini yaitu bahasa jawa dan sunda. Saya tidak kesulitan berkomunikasi dengan orang sunda begitupun ketika berkomunikasi dengan orang jawa walaupun terkadang lawan bicara aneh ada kata-kata yang bercampur satu sama lain. Kali ini saya akan coba mencermati tingkat kepercayaan diri antara orang sunda dan jawa khususnya dalam berbicara ditempat-tempat umum.
Saatnya Marah dan Saatnya Bertengkar
Selasa, 01 September 2009 09:09 WIB
Saatnya Marah dan Saatnya Bertengkar
Marah memang sesuatu yang tidak diperbolehkan oleh siapapun kecuali untuk urusan-urusan tertentu, apalagi sampai berkelahi, namun sepertinya nasehat itu tidak menjadi sebuah landasan oleh beberapa program televisi yang notabene memberikan hiburan untuk masyarakat. Marah seringkali seolah-olah menjadi tontonan yang menarik apalagi kalau sampai berkelahi. Seolah-olah acara itu tidak akan menarik jika klimaksnya tidak dibarengi dengan marah dan sepertinya penontonpun sangat terhibur akan hal itu.
Mengadu Saja Sama Media Massa
Jum'at, 24 April 2009 07:23 WIB
Mengadu Saja Sama Media Massa
Banyak cara orang untuk menyelesaikan permasalahannya masing-masing yang melanda hidupnya, mulai dari minta pertolongan Allah SWT sampai yang minta pertolongan pada batu petir milik ponari, selain cara yang berbeda jalan atau tools yang digunakanpun bermacam-macam ambil contoh anggaplah bunuh diri bagi sebagian orang merupakan solusi permasalahan, dengan cara bunuh diri saja toolsnya sudah banyak, ada yang minum racun serangga, berjalan di rel kereta api hingga naik BTS operator.
Kalau Mau Pelacur Ada Disana Mas
Minggu, 29 Maret 2009 17:16 WIB
Kalau Mau Pelacur Ada Disana Mas
Kata-kata itu masih teringat ditelinga saya hingga saat ini, kata-kata itu terucap dari adikku yang sangat polos ketika kami masih berjualan di pinggir pantai pangandaran sekitar tahun 2002. Ada seorang tamu yang menanyakan tempat prostitusi didaerah pangandaran dan dengan polosnya adik saya menunjukan suatu daerah dipangandaran yang biasanya mangkal para pemuas nafsu laki-laki hidung zebracross, belang. Jawaban serupa juga dilakukannya ketika ada tamu yang Tanya atau beli bir, dengan polos adiksaya menjawab tidak ada namun setelah itu menunjukan tempat yang jualan bir. Haha..ternyata itu hanya masa lalu dan sudah berulang kali diingatkan untuk tidak berkata demikian. Lalu mau bahas apa nih? Lanjut..