Bisnis dan Wirausaha
Dokter Yudhis The Graph, Mereka yang Kaya dari Facebook

Dokter Yudhis The Graph, Mereka yang Kaya dari Facebook

Oleh | Rabu, 10 Januari 2018 17:55 WIB | 686 Views 2018-01-10 17:55:16

Sebenarnya saya kurang suka menggunakan kata kaya dalam tulisan ini, tetapi karena sebagian dari kita menyukai kata Kaya untuk memotifasi diri akhirnya saya pilih kata Kaya dari Facebook. Kata kaya memang identik sekali dengan uang, namun menurut saya yang terpenting bukan uangnya tetapi manfaatnya, seperti yang kaya dari facebook, Dokter Yudhis.

Nama lengkapnya adalah Yudhis Adi Nugroho, saya sendiri belum pernah bertemu dan bertatap muka langsung, sesekali dengar kisahnya dari teman-teman saya yang kebetulan kenal dengan Dokter Yudhis. Dokter Yudhis adalah developer yang membangun aplikasi The Graph, mungkin anda juga salah satu penggunanya. The Graph adalah aplikasi yang benar-benar memanfaatkan facebook, dengan kata lain tanpa facebook the graph tidak akan ada atau secara teknis the graph tidak akan berfungsi bila koneksi ke facebook terputus. The Graph adalah fitur yang memudahkan anda untuk mencari jutaan data di Facebook.

Sebenarnya, anda bisa melakukannya manual, yaitu dengan cara mengetikan kombinasi kata di kotak pencarian Facebook, misalnya mencari orang yang tinggal di bandung maka anda cukup mengetik "People who live in bandung", syaratnya adalah facebook anda sudah diset menggunakan bahasa Inggris. Banyak sekali kombinasi kata yang bisa anda gunakan untuk menyelami lebih dalam data yang ada di facebook, aplikasi The Graph-lah yang mengakomodasi dan memberikan kemudahan untuk anda melakukannya.

Aplikasi the Graph
Salah satu promo dari aplikasi the Graph

Aplikasi the Graph sangat diperlukan oleh mereka yang berkecimpung dalam bidang internet marketing, jualan online dan mereka yang membutuhkan banyak data dari Facebook. Pasar yang sangat potensial dan loyal menurut saya, buat segmen ini, saya pikir banyak orang yang berani untuk investasi membeli aplikasi ini, selain mudah karena berbasis ekstensi atau addons di Browser, The Graph selalu hadir dengan model penjualan yang unik dan terbatas, hal ini yang saya liat membuat the graph banyak membuat orang penasaran. 

Bila klaim yang diwebsite adalah benar, hitungan saya, dengan harga jual Rp. 500.000 dan sudah digunakan oleh 13.500 pengguna maka saat ini Dokter Yudhis sudah mendapatkan laba kotor sebesar 6,75 Milyar rupiah, angka fantastis tentunya. Kalaupun dibuat dengan hitungan pesimis, semisal dikurangi biaya marketing dan komisi afiliasi yang sering digunakan oleh The graph sehingga menghasilkan angka 250.000 maka Dokter Yudhis sudah meraup penghasilan 3 Milyar lebih. 

Namun tentu perjalanan sampai sukses memasarkan the Graph tidak semudah yang dibayangkan, saya yakin sempat berdarah-darah hingga sesukses sekarang, karena umumnya tidak ada yang mudah untuk mencapai sebuah kesuksesn, namun cerita Dokter Yudhis dan The Graph-nya semoga menjadi insprasi untuk kita semua.

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet




Berikan Komentar

Bisnis dan Wirausaha Lainnya
Beriklan di Koran Vs Facebook, Case Memasang Iklan Lowongan Kerja
Selasa, 05 Desember 2017 13:01 WIB
Beriklan di Koran Vs Facebook, Case Memasang Iklan Lowongan Kerja
Beberapa waktu yang lalu tim saya memasang iklan tentang lowongan pekerjaan di beberapa tempat, 2 buah dipasang sebagai banner di 2 Koran yang berbeda dan satu lagi posting beberapa group di Facebook. Bagaimana Hasilnya?
Senangnya Jika Topup Pulsa Listrik Potong Pulsa Handphone
Kamis, 16 Oktober 2014 17:50 WIB
Senangnya Jika Topup Pulsa Listrik Potong Pulsa Handphone
Bunyi suara niiit dan niit muncul tiba-tiba saat terlelap tidur dan tak lama setelah itu lampu-pun padam menghadirkan kegelapan. Bingung mau beli token kemana sedang waktu menunjukan pukul satu tengah malam, asyik sepertinya jika bisa beli token via potong pulsa, kebetulan pulsa telepone justru sedang berlebih.
Cari Domainnya Dulu Baru Bangun Perusahaannya
Selasa, 19 Oktober 2010 06:27 WIB
Cari Domainnya Dulu Baru Bangun Perusahaannya
Ada hal yang menarik saat ini dimana domain menjadi salah satu acuan dalam membangun sebuah nama yang akan dibesarkan, baik itu untuk sebuah perusahaan atau brand lain. Kalau dulu orang memulai dengan nama perusahaannya dulu baru mendaftarkan domain, sekarang ada kecenderungan dibalik.