Sudut Pandang
Sebab Kenapa Tarik Tunai di ATM Link Jadi Berbayar

Sebab Kenapa Tarik Tunai di ATM Link Jadi Berbayar

Oleh | Sabtu, 05 Juni 2021 08:26 WIB | 522 Views | Comments 2021-06-05 08:26:20

Belakangan, walaupun akhirnya katanya ditunda terlebih dahulu. Pemberitaan tentang pengenaan biaya saat tarik tunai di ATM bank-bank pemerintah lewat jaringan Link ramai diperbincangkan. Jika memang benar-benar diterapkan, apa sih penyebabnya? menurut saya ini beberap penyebabnya.

1. Memindahkan Biaya ke Pelanggan.
Ah tarik tunai mana ada biayanya? ya pasti ada. Itu ATM pakai listrik, pakai jaringan internet, apalagi yang di daerah harus pake satelit yang biaya koneksinya lebih mahal. Belum lagi biaya infrastruktur di backend, biaya perawatan, biaya orang yang mengoprasionalkannya dan yang lainnya. Saya pikir dalam satu transaksi saja ada biayanya, walaupun mungkin kecil gak sampai angka 6000. Tapi bank ingin biaya ini ditanggung nasahabah. Lalu apa fungsinya biaya admin bulanan? bisa jadi tidak bisa menutup ongkos yang keluar dari tiap nasabah.

2. Sering Narik, Jarang Ngendap
Nah, ini menurut saya sebab utamanya. Bank tidak bisa menggolangkan uang kita-kita semua, saya yakin lebih dari 50 persen saat gajian, segera ditarik. Gajian jam 10 pagi, jam 3 sore sudah kembali ke saldo minimum, alhasil bank tidak bisa memonetisasi kembali uang nasabah. Sederhananya, nabungnya jarang, transaksi nariknya sering banget. Saya sendiri suka iseng melihat struk-struk yang berserakan di ATM, dari 10 yang saya lihat, lebih dari setengahnya saldonya kritis.

3. Transisi ke Digital Payment
Mungkin bank sedang mengedukasi masyarakat supaya mengurangi penggunaan uang fisik, transisi ke transaksi yang bersifat digital.

Saya bukan setuju dengan pembebanan biaya saat tarik tunai, hanya melihat dari sisi yang lain. Teman-teman di tim mana? Setuju atau tidak setuju?

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet





Apa komentar anda tentang Tulisan Sebab Kenapa Tarik Tunai di ATM Link Jadi Berbayar?

Sudut Pandang Lainnya
Corona Begitu Buas di Suhu Rendah? Bagaimana di Indonesia?
Rabu, 25 Maret 2020 13:14 WIB
Corona Begitu Buas di Suhu Rendah? Bagaimana di Indonesia?
Informasi tentang virus corona sudah sangat banyak jumlahnya, ada ribuan analisa, ada banyak pulsa hipotesa, termasuk berbagai jurnal diterbitkan terkait covid-19 ini. Saya pun, sangat sering berdiskusi dengan Haji Yoyon, saya menyebutnya rekan saya demikian, terkait Corona.
Pramuka dan Kepuasan Sang Senior
Senin, 24 Februari 2020 23:29 WIB
Pramuka dan Kepuasan Sang Senior
Hingga saat ini saya masih sangat fasih dan bisa sangat lantang mengucap Dasa Darma Pramuka, karena memang anak Pramuka. Berhenti "Berpramuka" saat mulai kuliah di Bandung. Oleh karenanya, saya sangat kaget mendengar berita meninggalnya adik-adik kita di SMPN 1 Turi Jogjakarta, lalu apa hubungannya dengan kepuasan Senior.
Kisah Arloji Tua dan Kisah Kiyai, Santri Serta Ikan Arwana, Siapa Duluan?
Jum'at, 10 Januari 2020 17:49 WIB
Kisah Arloji Tua dan Kisah Kiyai, Santri Serta Ikan Arwana, Siapa Duluan?
Seminggu terakhir di timeline facebook saya cukup viral kisah Kiyai dan santri yang disuruh untuk menjual seekor ikan dari Aqurium yang tengah dibersihkan, saya merenung sejenak, bukan karena kisah yang ada didalamnya, tetapi saya merasakan ada yang tidak asing dengan kisahnya. Apakah anda merasakan hal yang sama?
Merindukan Para Pakar Kembali Hadir Bicara Kepakarannya
Selasa, 08 Januari 2019 06:05 WIB
Merindukan Para Pakar Kembali Hadir Bicara Kepakarannya
Jika anda mengikuti beberapa pakar dalam banyak bidang di media sosial, apakah anda merasakan hal yang sama dengan saya? mereka sudah jarang sekali bicara tentang sesuatu yang begitu mendalam tentang apa yang benar-benar pakar dalam hal itu. Suasana politik membuat mereka lebih suka bicara politik ketimbang keilmuan yang dimilikinya, lalu haruskah saya kembali ke kampus untuk mendapatkannya?
Facebook, Social Media yang Tak Lagi Nyaman
Selasa, 25 Desember 2018 10:15 WIB
Facebook, Social Media yang Tak Lagi Nyaman
Jadi begini, menjelang tahun 2014, Facebook yang saat itu belum lama hadir dengan mengganti posisi friendster begitu masih nyaman untuk digunakan, untuk dibaca, untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pertemanan, maklum saja, temannya masih pada sedikit
"Perpecahan" Indonesia di Internet Disebabkan Karena Google Adsense?
Minggu, 31 Desember 2017 13:28 WIB
"Perpecahan" Indonesia di Internet Disebabkan Karena Google Adsense?
Sebenarnya saya sedikit bingung memilih kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi Indonesia saat ini, karena menurut saya kata perpecahan terlalu hiperbolik untuk menggambarkan keadaan yang ada, nyatanya didunia nyata banyak yang masih baik-baik saja.