Sudut Pandang
Pramuka dan Kepuasan Sang Senior

Pramuka dan Kepuasan Sang Senior

Oleh | Senin, 24 Februari 2020 23:29 WIB | 843 Views | Comments 2020-02-24 23:29:45

Hingga saat ini saya masih sangat fasih dan bisa sangat lantang mengucap Dasa Darma Pramuka, karena memang anak Pramuka. Berhenti "Berpramuka" saat mulai kuliah di Bandung. Karena itu, saya sangat kaget mendengar berita meninggalnya adik-adik Pramuka di SMPN 1 Turi Jogjakarta, lalu apa hubungannya dengan kepuasan Senior?

Sebelum kita membahas judul, saya ingin memperkenalkan kehidupan saya terlebih dahulu dengan Pramuka. Sejak Sekolah Dasar, salah satu ekstrakulikuler yang saya ikuti adalah Pramuka, karena memang itu satu-satunya. Sayangnya, saat SD tidak pernah berkemah jauh, seingat saya hanya sekali, itupun tidak jauh dari sekolah, hanya semalam, perkembahan sabtu minggu atau Persami.

Masuk Madrasah Tsanawiyah (MTsN) Pangandaran membuat keaktifan saya meningkat drastis. Dimasa MOS (Masa Orientasi Siswa) atau Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (saat ini), saya mulai menunjukan kepramukaan saya, mempunyai suara yang lantang membuat saya terpilih menjadi pemimpin upacara saat itu, bahkan hingga upacara api unggun, dari sini sepertinya orang mulai mengenal saya hingga menjadi ketua OSIS. Puncaknya, saya begitu dekat dengan Pramuka, hingga di awal kelas 2 MTs, saya menjadi salah satu yang terpilih dari Kabupaten Ciamis untuk Jambore di Jatinangor, tempat yang sangat jauh menurut saya saat itu. Saya lupa berapa TKK yang saya miliki saat itu.

Saat SMA, SMU saat itu namanya. Lagi-lagi pramuka menjadi pilihan ekstrakulikuler, selain Ikatan Remaja Masjid dan KIR, pramuka saat SMA tidak kalah dengan saat SMP, hanya saja karena ada kebijakan yang tidak membolehkan Ketua OSIS menduduki jabatan lain, saya hanya menjadi anggota Penegak Bantara saja saat itu, terlihat keren dengan sepatu pantopel dan rambut cepak, walaupun badan kecil. Sesekali aktif membantu Kwarran Pangandaran dalam beberapa kegiatan Lomba Tingkat. Jiwa pramuka ini sepertinya terinspirasi dari Kakak sepupu saya, Sunardi Wandi yang begitu aktif di Pramuka, berbagai kegiatan Pramuka Nasional diikutinya mulai dari Jambore hingga PWN (Perkemahan Wirakarya Nasional), bahkan katanya Kakak saya adalah satu-satunya Pendega di Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis saat itu, kalau tidak salah periode 90-92an.

Kepuasan Sang Senior

Saya selalu berprinsip bahwa pramuka harus melatih disiplin, berani tetapi tetap menyenangkan, namun tidak sedikit saya melihat pramuka seperti ajang balas dendam dan kepuasan seniornya, tetapi bukan berarti menjenalisir seluruhnya senior begitu. Saya selalu senang bercerita ketika berkumpul dengan adik-adik pramuka, memberikan motivasi dan memberikan humor, walaupun sempat juga bercerita kisah "hohor" yang membuat adik-adik satu kelas menjerit. Tapi menurut saya dalam batas wajar. Intinya semuanya harus jelas terhitung.

Lalu apa hubungannya dengan kepuasan senior? sebenarnya mungkin tidak hanya di Pramuka saja, bahkan sekelas IPDN pun saya pernah mendengarnya, bahwa ada pemaksaan, ada sesuatu yang kurang diperhitungkan ketika melakukan sebuah kegiatan. Seperti ingin memuaskan hasrat "melihat adik-adiknya" kesusahan, tapi sekali lagi ini hanya subjektif saya dan tidak mencerminkan keseluruhan kegiatan pramuka. Oleh karenanya, bila anda seorang pembina pramuka, jangan sedikitpun terlintas pikiran itu, bilapun harus melatih keberanian, melatih semangat, perhitungkan segala sesuatunya. Sejujurnya saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dari Pramuka.

Musibah yang menimpa adik-adik kita di Turi Jogjakarta haruslah menjadi pelajaran untuk siapapun. Cerita seperti ini bukan yang pertama, saya masih ingat namun lupa tempat kejadiannya, ketika adik-adik pramuka dengan mata tertutup berjalan "kereta-kereta api-an" tengah malam, saat jurit malam dan menyebrang jalan, akhirnya tertabrak truk. Lebih dari seorang yang meninggal dan masih ada cerita lainnya saat Pramuka.

Pramuka memang perlu di evaluasi, alam dulu dengan alam sekarang jelas beda, dulu sangat jarang mendengar banjir bandang, mungkin medianya juga sangat terbatas. Namun saya meyakini, alam sekarang sudah beda, air sungai yang tenang bisa berubah menjadi bencana, ya, karena di hulu sudah gundul. Begitu juga dengan tempat-tempat lainnya, alam semakin susah untuk diprakira.

Apapun, pramuka tetap banyak nilai positifnya, memang harus adaptif terharap jaman, bukan berarti harus merubah Dasadarma, tetapi bagaimana pengimplementasiannya dalam kegiatan yang sudah sebegini canggih. Saat jambore dulu, untuk berkirim pesan, indah sekali rasanya menggunakan Semapur, walaupun terhalang lembah yang menganga, namun tetap bisa berkomunikasi, hanya lewat dua bendera. Sekarang, mungkin lebih efektif menggunakan handphone.

Terakhir, Berpramukalah dengan hati, jangalah engkau berpramuka dengan emosi.

Salam Pramuka!

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet





Apa komentar anda tentang Tulisan Pramuka dan Kepuasan Sang Senior?

Sudut Pandang Lainnya
Kisah Arloji Tua dan Kisah Kiyai, Santri Serta Ikan Arwana, Siapa Duluan?
Jum'at, 10 Januari 2020 17:49 WIB
Kisah Arloji Tua dan Kisah Kiyai, Santri Serta Ikan Arwana, Siapa Duluan?
Seminggu terakhir di timeline facebook saya cukup viral kisah Kiyai dan santri yang disuruh untuk menjual seekor ikan dari Aqurium yang tengah dibersihkan, saya merenung sejenak, bukan karena kisah yang ada didalamnya, tetapi saya merasakan ada yang tidak asing dengan kisahnya. Apakah anda merasakan hal yang sama?
Merindukan Para Pakar Kembali Hadir Bicara Kepakarannya
Selasa, 08 Januari 2019 06:05 WIB
Merindukan Para Pakar Kembali Hadir Bicara Kepakarannya
Jika anda mengikuti beberapa pakar dalam banyak bidang di media sosial, apakah anda merasakan hal yang sama dengan saya? mereka sudah jarang sekali bicara tentang sesuatu yang begitu mendalam tentang apa yang benar-benar pakar dalam hal itu. Suasana politik membuat mereka lebih suka bicara politik ketimbang keilmuan yang dimilikinya, lalu haruskah saya kembali ke kampus untuk mendapatkannya?
Facebook, Social Media yang Tak Lagi Nyaman
Selasa, 25 Desember 2018 10:15 WIB
Facebook, Social Media yang Tak Lagi Nyaman
Jadi begini, menjelang tahun 2014, Facebook yang saat itu belum lama hadir dengan mengganti posisi friendster begitu masih nyaman untuk digunakan, untuk dibaca, untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pertemanan, maklum saja, temannya masih pada sedikit
"Perpecahan" Indonesia di Internet Disebabkan Karena Google Adsense?
Minggu, 31 Desember 2017 13:28 WIB
"Perpecahan" Indonesia di Internet Disebabkan Karena Google Adsense?
Sebenarnya saya sedikit bingung memilih kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi Indonesia saat ini, karena menurut saya kata perpecahan terlalu hiperbolik untuk menggambarkan keadaan yang ada, nyatanya didunia nyata banyak yang masih baik-baik saja.
Menebak Langkah Tiongkok Setelah Akuisisi Marketplace-Marketplace Indonesia
Selasa, 24 Oktober 2017 13:18 WIB
Menebak Langkah Tiongkok Setelah Akuisisi Marketplace-Marketplace Indonesia
Namanya juga bisnis global dan Indonesia sudah menjadi bagian didalamanya tanpa kita sadari. Perusahaan-perusahaan Indonesia beberapa sudah diakuisisi oleh perusahaan Tiongkok . Mereka masuk Indonesia dengan Ribuan bahkan jutaan dollar amerika untuk membeli
Melihat Macan Lucu Cisewu Dari Sudut Pandang Potensi Pariwisata
Rabu, 22 Maret 2017 07:06 WIB
Melihat Macan Lucu Cisewu Dari Sudut Pandang Potensi Pariwisata
Tidak terhitung jumlah viral yang memberitakan macan lucu yang ada didaerah Cisewu Kabupaten Garut, Jawa Barat, bahkan ketenarannya melewati tenarnya Domba Garut yang sudah lama menjadi Icon kota garut itu. Lalu bagaimana Macan Imut itu saya liat dari sudut pandang potensi pariwisata?