Sudut Pandang
Merindukan Para Pakar Kembali Hadir Bicara Kepakarannya

Merindukan Para Pakar Kembali Hadir Bicara Kepakarannya

Oleh | Selasa, 08 Januari 2019 06:05 WIB | 1.295 Views | Comments 2019-01-08 06:05:27

Jika anda mengikuti beberapa pakar dalam banyak bidang di media sosial, apakah anda merasakan hal yang sama dengan saya? mereka sudah jarang sekali bicara tentang sesuatu yang begitu mendalam tentang apa yang benar-benar pakar dalam hal itu. Suasana politik membuat mereka lebih suka bicara politik ketimbang keilmuan yang dimilikinya, lalu haruskah saya kembali ke kampus untuk mendapatkannya?

Kegelisahan saya sepertinya mirip dengan kegelisahan mas Yudha P Sunandar, jika mas Yudha lebih khawatir karena sebagian pakar lebih memilih membahas topik lain dalam ruang publik seperti blog, social media dan yang lainnya ketimbang membahas tentang pengetahuan yang begitu dipahaminya, dengan alasan cape, bosan dengan bahasan yang sama dengan aktifitas sehari-harinya dikampus. Kalau saya lebih khawatir karena mereka bukan hanya tidak membahas tentang sesuatu yang sesuai dengan kepakarannya, justru para pakar terpolarisasi menjadi dua kubu akibat pilpres tahun ini.

Secara pribadi saya masih sangat berharap mereka akan segera kembali kepada jatidiri mereka yang seperti dulu, walaupun itu sangat mustahil mengingat berbicara apapun itu hak mereka, apalagi secara keilmuan mereka lebih mumpuni, lebih tua, lebih berpengalaman dan lebih dari semua segi. Saya berharap, kalaupun mereka ingin berbicara politik, maka lihatlah dari sudut pandang kepakarannya, sehingga kita semua paham dan bertambah wawasan, rasanya sayang sekali jika para pakar justru berbicara dengan penuh emosional, isinya ungkapan dukungan, isinya ungkapan cercaan dan isinya dipenuhi oleh semangat untuk membuat salah satu pasangan calon menang dan yang lainnya kalah.

Indah rasanya bila seorang pakar pariwisata menuliskan tentang politik dari sudut pandang pariwisata, alangkah sejuknya bila pakar teknologi melihat berbagai permasalahan politik dari sudut pandang teknologi, alangkah damainya jika pakar kesehatan melihat berbagai isu politik dari sudut pandang kesehatan. Bertambahlah pengetahuan kita, bertambahlah wawasan kita. InsyaAllah.

Foto ilustrasi tidak ada hubungannya dengan tulisan, hanya sedang ingat saja jika dulu hidup begitu damai ngumpul dengan teman-teman nonton Airwolf, yang ketika belum selesai sudah dibubarkan oleh ibu teman pemilik televisi, maklum satu RT yang punya TV hanya seorang.

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet






Sudut Pandang Lainnya
Facebook, Social Media yang Tak Lagi Nyaman
Selasa, 25 Desember 2018 10:15 WIB
Facebook, Social Media yang Tak Lagi Nyaman
Jadi begini, menjelang tahun 2014, Facebook yang saat itu belum lama hadir dengan mengganti posisi friendster begitu masih nyaman untuk digunakan, untuk dibaca, untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pertemanan, maklum saja, temannya masih pada sedikit
"Perpecahan" Indonesia di Internet Disebabkan Karena Google Adsense?
Minggu, 31 Desember 2017 13:28 WIB
"Perpecahan" Indonesia di Internet Disebabkan Karena Google Adsense?
Sebenarnya saya sedikit bingung memilih kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi Indonesia saat ini, karena menurut saya kata perpecahan terlalu hiperbolik untuk menggambarkan keadaan yang ada, nyatanya didunia nyata banyak yang masih baik-baik saja.
Menebak Langkah Tiongkok Setelah Akuisisi Marketplace-Marketplace Indonesia
Selasa, 24 Oktober 2017 13:18 WIB
Menebak Langkah Tiongkok Setelah Akuisisi Marketplace-Marketplace Indonesia
Namanya juga bisnis global dan Indonesia sudah menjadi bagian didalamanya tanpa kita sadari. Perusahaan-perusahaan Indonesia beberapa sudah diakuisisi oleh perusahaan Tiongkok . Mereka masuk Indonesia dengan Ribuan bahkan jutaan dollar amerika untuk membeli
Melihat Macan Lucu Cisewu Dari Sudut Pandang Potensi Pariwisata
Rabu, 22 Maret 2017 07:06 WIB
Melihat Macan Lucu Cisewu Dari Sudut Pandang Potensi Pariwisata
Tidak terhitung jumlah viral yang memberitakan macan lucu yang ada didaerah Cisewu Kabupaten Garut, Jawa Barat, bahkan ketenarannya melewati tenarnya Domba Garut yang sudah lama menjadi Icon kota garut itu. Lalu bagaimana Macan Imut itu saya liat dari sudut pandang potensi pariwisata?
Majelis Ulama Indonesia, Tak Hanya Sekedar Sertifikat Halal
Rabu, 01 Februari 2017 19:22 WIB
Majelis Ulama Indonesia, Tak Hanya Sekedar Sertifikat Halal
Saya selalu bertanya terlebih dahulu ketika akan makan sesuatu di Mal kalau sedang bersama istri, dan istripun selalu mengingatkan untuk bertanya dulu apakah sudah ada sertifikat halal belum dari MUI, jika belum kami selalu menahan rasa ingin untuk makan makanan itu walaupun terlihat sangat lezat.
Timeline Facebook yang Tak Lagi Asik dan Membuat Stress
Jum'at, 25 November 2016 05:06 WIB
Timeline Facebook yang Tak Lagi Asik dan Membuat Stress
Terhitung sejak menjelang pemilihan presiden tahun 2014 saya rasakan timeline facebook tidak lagi nyaman untuk dibaca, untuk discroll terus menerus hingga tak berujung, tentu ini bukan hal aneh karena memang kenyataanya Timeline facebook menggambarkan keaadaan lingkungan kita saat ini.