Sudut Pandang
Kisah Arloji Tua dan Kisah Kiyai, Santri Serta Ikan Arwana, Siapa Duluan?

Kisah Arloji Tua dan Kisah Kiyai, Santri Serta Ikan Arwana, Siapa Duluan?

Oleh | Jum'at, 10 Januari 2020 17:49 WIB | 7.012 Views | Comments 2020-01-10 17:49:38

Seminggu terakhir di timeline facebook saya cukup viral kisah Kiyai dan santri yang disuruh untuk menjual seekor ikan dari Aqurium yang tengah dibersihkan, saya merenung sejenak, bukan karena kisah yang ada didalamnya, tetapi saya merasakan ada yang tidak asing dengan kisahnya. Apakah anda merasakan hal yang sama? 

Sebelum lebih jauh, ini adalah kisah Kiyai dan Santrinya.

Seorang santri sedang membersihkan aquarium Kyainya, ia memandang ikan arwana merah dengan takjub..
Tak sadar Kyainya sudah berada di belakangnya.. "Kamu tahu berapa harga ikan itu?". Tanya sang Kyai..
.
"Tidak tahu". Jawab si Santri..
.
"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah!!". Perintah sang Kyai.

Ia memfoto ikan itu dan menawarkan ke tetangga..
Kemudian kembali menghadap sang Kyai. .
"Ditawar berapa nak?" tanya sang Kyai. .
"50.000 Rupiah Kyai". Jawab si Santri mantap..
.
"Coba tawarkan ke toko ikan hias!!". Perintah sang Kyai lagi..
.
"Baiklah Kyai". Jawab si santri. Kemudia ia beranjak ke toko ikan hias..
.
"Berapa ia menawar ikan itu?". Tanya sang kyai..
.
"800.000 Rupiah Kyai". Jawab si santri dengan gembira, ia mengira sang Kyai akan melepas ikan itu..
.
"Sekarang coba tawarkan ke Si Fulan, bawa ini sebagai bukti bahwa ikan itu sudah pernah ikut lomba". Perintah sang Kyai lagi..
.
"Baik Kyai". Jawab si Santri. Kemudian ia pergi menemui si Fulan yang dikatakan gurunya. Setelah selesai, ia pulang menghadap sang guru.
.
"Berapa ia menawar ikannya?".
.
"50 juta Rupiah Kyai".
.
Ia terkejut sendiri menyaksikan harga satu ikan yang bisa berbed-beda..
.
"Nak, aku sedang mengajarkan kepadamu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat..".

.
"Oleh karena itu, jangan pernah kamu tinggal di tempat yang salah lalu marah karena tidak ada yang menghargaimu.. Mereka yang mengetahui nilai kamu itulah yang akan selalu menghargaimu..".

Kemudian ini adalah kisah arloji tua

Merasa ajal nya sudah dekat, seorang ayah berkata kepada anak nya:
. “Nak, Arloji milik ku ini adalah warisan dari kakek buyut mu, usia nya lebih dari 200 tahun
.
“ Sebelum Ayah wariskan pada mu, Ayah mau kamu bawa Arloji tua ini ke toko jam di sebrang jalan itu, katakan kepada pemilik toko bahwa kamu mau menjualnya. Tanya lihat berapa harga nya…”
.
Sang anak pergi tidak lama lalu kembali dan berkata: “pemilik toko jam itu bilang bahwa harga nya Cuma 5 Dollar, karena ini adalah arloji tua…”
Kemudian si Ayah berkata; “sekarang coba kamu bawa arloji ini ke toko barang barang antik dan tanyakan harga nya…”
.
Si anak pergi lalu kembali dan berkata “ pemilik toko bilang , harga arloji ini mencapai 5000 Dollar..”
.
Sang Ayah berkata; “ sekarang coba bawa ke museum dan katakan ke mereka bahwa kamu mau menjual arloji tua ini..”
.
Si anak pun pergi lalu kembali dan berkata “ mereka mendatangkan pakar arloji untuk memperkirakan harga nya, lalu mereka menawarkan kepada ku 1.000.000 Dollar untuk arloji ini…”
.
Si Ayah berkata; “nak, aku sedang mengajarkan mu bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat, maka jangan pernah kamu tinggal di tempat yang salah lalu marah karena tidak ada yang menghargai mu…
.
Karena Mereka yang mengetahui nilai mu, akan selalu menghargai mu,…
Maka jangan pernah bergaul di tempat yang tidak layak untuk mu…

Apakah ada kemiripan? menurut saya secara seting memang berbeda, namun esensi dari kedua cerita tadi sama. Pertanyaannya siapa yang duluan dan siapa yang meniru? hasil penelusuran saya yang tidak begitu mendalam, kisah Arloji tua hadir duluan, baru kisah santri muncul belakangan.

Tidak ada yang salah memang dengan ini semua, hanya secara pribadi sangat menyayangkan bila membuat sebuah kisah inspiratif justru dengan cara meniru kisah lain yang dibuat dalam versi baru, sedihnya lagi, kisah ini menggambarkan kehidupan santri dan kiyai. 

Saya sendiri masih berharap kisah santri dan kiyai yang muncul duluan, atau memang keduanya memiliki sumber lain yang memiliki cerita yang sama?

Sumber gambar ikan tirto.id

Adi Sumaryadi - Bicara IT dan Internet





Apa komentar anda tentang Tulisan Kisah Arloji Tua dan Kisah Kiyai, Santri Serta Ikan Arwana, Siapa Duluan??

Sudut Pandang Lainnya
Merindukan Para Pakar Kembali Hadir Bicara Kepakarannya
Selasa, 08 Januari 2019 06:05 WIB
Merindukan Para Pakar Kembali Hadir Bicara Kepakarannya
Jika anda mengikuti beberapa pakar dalam banyak bidang di media sosial, apakah anda merasakan hal yang sama dengan saya? mereka sudah jarang sekali bicara tentang sesuatu yang begitu mendalam tentang apa yang benar-benar pakar dalam hal itu. Suasana politik membuat mereka lebih suka bicara politik ketimbang keilmuan yang dimilikinya, lalu haruskah saya kembali ke kampus untuk mendapatkannya?
Facebook, Social Media yang Tak Lagi Nyaman
Selasa, 25 Desember 2018 10:15 WIB
Facebook, Social Media yang Tak Lagi Nyaman
Jadi begini, menjelang tahun 2014, Facebook yang saat itu belum lama hadir dengan mengganti posisi friendster begitu masih nyaman untuk digunakan, untuk dibaca, untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pertemanan, maklum saja, temannya masih pada sedikit
"Perpecahan" Indonesia di Internet Disebabkan Karena Google Adsense?
Minggu, 31 Desember 2017 13:28 WIB
"Perpecahan" Indonesia di Internet Disebabkan Karena Google Adsense?
Sebenarnya saya sedikit bingung memilih kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi Indonesia saat ini, karena menurut saya kata perpecahan terlalu hiperbolik untuk menggambarkan keadaan yang ada, nyatanya didunia nyata banyak yang masih baik-baik saja.
Menebak Langkah Tiongkok Setelah Akuisisi Marketplace-Marketplace Indonesia
Selasa, 24 Oktober 2017 13:18 WIB
Menebak Langkah Tiongkok Setelah Akuisisi Marketplace-Marketplace Indonesia
Namanya juga bisnis global dan Indonesia sudah menjadi bagian didalamanya tanpa kita sadari. Perusahaan-perusahaan Indonesia beberapa sudah diakuisisi oleh perusahaan Tiongkok . Mereka masuk Indonesia dengan Ribuan bahkan jutaan dollar amerika untuk membeli
Melihat Macan Lucu Cisewu Dari Sudut Pandang Potensi Pariwisata
Rabu, 22 Maret 2017 07:06 WIB
Melihat Macan Lucu Cisewu Dari Sudut Pandang Potensi Pariwisata
Tidak terhitung jumlah viral yang memberitakan macan lucu yang ada didaerah Cisewu Kabupaten Garut, Jawa Barat, bahkan ketenarannya melewati tenarnya Domba Garut yang sudah lama menjadi Icon kota garut itu. Lalu bagaimana Macan Imut itu saya liat dari sudut pandang potensi pariwisata?
Majelis Ulama Indonesia, Tak Hanya Sekedar Sertifikat Halal
Rabu, 01 Februari 2017 19:22 WIB
Majelis Ulama Indonesia, Tak Hanya Sekedar Sertifikat Halal
Saya selalu bertanya terlebih dahulu ketika akan makan sesuatu di Mal kalau sedang bersama istri, dan istripun selalu mengingatkan untuk bertanya dulu apakah sudah ada sertifikat halal belum dari MUI, jika belum kami selalu menahan rasa ingin untuk makan makanan itu walaupun terlihat sangat lezat.